Hamas Kecam Aliansi Regional Netanyahu: Ancaman Nyata bagi Dunia Arab
POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, gerakan perlawanan Palestina, Hamas melontarkan kecaman keras terhadap proposal Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu yang menggagas pembentukan aliansi regional baru bersama sejumlah negara Arab. Bagi Hamas, inisiatif tersebut bukan sekadar manuver diplomatik, melainkan ancaman nyata terhadap kepentingan strategis dunia Arab dan bentuk pengabaian terang-terangan atas hak-hak bangsa Palestina.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Minggu 22 Februari, juru bicara Hamas, Hazem Qassem menegaskan bahwa Netanyahu tengah berupaya merombak peta politik kawasan demi kepentingan rezim pendudukan semata. Ia menyebut rencana tersebut sebagai bagian dari proyek lama Israel untuk mengukuhkan dominasi regional dengan membangun poros baru yang berpihak pada Tel Aviv, seraya menyingkirkan aspirasi rakyat Palestina.
Sebelumnya, Netanyahu mengumumkan rencana pembentukan jaringan sekutu yang disebut akan melibatkan India, Yunani, Siprus, serta sejumlah negara di kawasan Arab, Afrika, dan Asia. Ia membingkai poros itu sebagai tandingan terhadap apa yang disebutnya “poros Syiah radikal” dan “poros Sunni radikal yang sedang muncul.” Pernyataan itu disampaikan bertepatan dengan pengumuman kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke wilayah pendudukan, yang diklaim akan menjadi bagian dari poros negara-negara yang berdiri bersama Israel.
Namun Hamas memandang narasi tersebut sebagai upaya manipulatif untuk menciptakan blok baru yang sepenuhnya bergantung pada dukungan Amerika Serikat. Qassem menilai skema itu lahir dari pembacaan Israel atas melemahnya posisi resmi negara-negara Arab dalam merespons perang genosida yang terus berlangsung di Gaza. Situasi tersebut, menurutnya, dimanfaatkan untuk mendorong normalisasi dan aliansi strategis yang justru berseberangan dengan kepentingan kolektif Arab.
Lebih jauh, Hamas menegaskan bahwa setiap pengaturan regional yang mengabaikan hak-hak sah rakyat Palestina tidak akan pernah menghadirkan stabilitas. Aliansi yang dibangun di atas pengabaian sejarah, identitas kawasan, dan penderitaan Gaza hanya akan memperdalam ketegangan.
Qassem pun menyerukan kepada negara-negara Arab agar menyadari bahaya laten dari inisiatif tersebut. Ia memperingatkan bahwa keterlibatan dalam poros yang dipimpin Israel bukan hanya mencederai solidaritas terhadap Palestina, tetapi juga berpotensi mengguncang keamanan dan stabilitas kawasan dalam jangka panjang.
