Hari Berdarah di Gaza, Delapan Warga Palestina Gugur dan Puluhan Lainya Terluka dalam Serangan Terbaru Israel
POROS PERLAWANAN — Sedikitnya delapan warga Palestina gugur dalam serangkaian serangan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Minggu. Serangan terbaru itu terjadi di tengah krisis kemanusiaan yang terus memburuk dan meningkatnya tekanan terhadap rumah sakit di wilayah tersebut.
Menurut laporan Mehr News Agency pada Minggu 17 Mei, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menyatakan korban tewas berasal dari sejumlah lokasi di Jalur Gaza.
Dua warga dilaporkan gugur di Gaza selatan, empat orang di wilayah tengah, dan dua lainnya di Gaza utara. Salah satu korban di Gaza utara meninggal akibat luka serius yang dideritanya dalam serangan Israel sebelumnya.
Kementerian Kesehatan Gaza menyebut jumlah korban sejak gencatan senjata 11 Oktober lalu telah melampaui 871 orang, sementara sedikitnya 2.562 warga lainnya mengalami luka-luka.
Otoritas Kesehatan Palestina juga melaporkan 776 jenazah berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan sebelumnya. Dengan penambahan korban terbaru, total korban tewas di Gaza sejak Oktober 2023 meningkat menjadi 72.763 orang, sedangkan jumlah korban luka mencapai 172.664 orang.
Di tengah serangan yang terus berlangsung, Hamas mengecam serangan Israel terhadap pusat distribusi makanan di dekat Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir al-Balah.
Hamas menyebut serangan tersebut sebagai “kejahatan perang yang disengaja” dan bagian dari kebijakan “genosida terhadap warga sipil” di Gaza. Kelompok itu juga menyebut Israel harus bertanggung jawab atas berlanjutnya pembunuhan warga sipil serta mengkritik sikap diam komunitas internasional.
Sumber-sumber lokal melaporkan drone Israel pada Minggu menyerang kawasan Al-Mawasi di barat Khan Younis. Serangan drone juga menghantam wilayah barat dan selatan Kota Gaza dan menyebabkan sejumlah warga terluka, beberapa di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis.
Rumah Sakit Al-Quds melaporkan sembilan korban luka akibat serangan di sekitar gedung radio dan televisi di kawasan Tal al-Hawa, Gaza.
Selain itu, sejumlah warga Palestina lainnya terluka akibat penembakan di Jalan Al-Barakah, Deir al-Balah, di Gaza tengah. Laporan lain menyebut sebuah kafe di Kota Gaza turut menjadi sasaran serangan, disusul serangan lain terhadap sekelompok warga Palestina di kawasan yang sama.
Krisis Kemanusiaan Memburuk
Di tengah berlanjutnya operasi militer Israel, kondisi kemanusiaan di Gaza terus memburuk.
Data Kementerian Kesehatan Gaza menunjukkan jumlah korban jiwa dan luka terus meningkat, sementara proses evakuasi jenazah dari bawah reruntuhan masih berlangsung di banyak lokasi.
Sebagian besar kawasan permukiman dan infrastruktur layanan publik dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat serangan berkepanjangan Israel.
Rumah sakit di Gaza juga menghadapi tekanan serius akibat kelangkaan obat-obatan, peralatan medis, dan bahan bakar. Kondisi itu mengancam layanan kesehatan, terutama di unit gawat darurat dan perawatan intensif.
Tenaga medis di Gaza dilaporkan terus bekerja melampaui kapasitas normal di tengah gelombang korban yang terus berdatangan.
Sementara itu, warga Gaza masih menghadapi pengungsian massal, terputusnya layanan dasar seperti air dan listrik, serta krisis pangan yang semakin parah.
Kepadatan pengungsi di wilayah penampungan sementara, khususnya di Gaza selatan, terus meningkat. Ratusan ribu warga kini hidup di tenda-tenda darurat dan pusat pengungsian dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
