Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Hizbullah: Dalam Kamus Perlawanan, Tak Ada Istilah ‘Dikte dari Musuh’

POROS PERLAWANAN – Anggota Fraksi “al-Wafa li al-Muqawamah” yang bersekutu dengan Hizbullah di Parlemen Lebanon, Hasan Izzuddin menekankan bahwa “Perlawanan hari ini membuktikan kemampuannya untuk memulihkan kekuatannya dalam waktu singkat dan mengejutkan musuh dengan kemampuan serta taktiknya”.

“Spirit Perlawanan ini tidak akan pernah patah, seberat apa pun tantangan yang dihadapi,” imbuh Izzuddin, dikutip Fars dari al-Akhbar.

Saaat berbicara dalam prosesi pemakaman sejumlah syuhada di kota Jbaa di wilayah al-Tuffah, ia menandaskan bahwa “setiap seruan untuk negosiasi langsung dengan musuh ditolak dan dikecam, serta dianggap sebagai penyimpangan dari prinsip-prinsip nasional Lebanon dan identitas Arab”.

Izzuddin menekankan bahwa “Lebanon membutuhkan persatuan nasional yang sejati untuk menghadapi tekanan dan ancaman eksternal”.

Ia juga mencatat bahwa “dalam kamus Perlawanan, tidak ada yang disebut sebagai ‘garis yang dipaksakan oleh musuh atau zona penyangga yang diambil dengan paksa”.

Legislator Hizbullah tersebut menekankan bahwa “negeri ini tidak akan menyerah kepada Pendudukan, dan musuh tidak akan pernah mendapatkan keamanan atau stabilitas di dalamnya”.

Di akhir pernyataannya, ia menekankan bahwa “harapan dan kepercayaan tetap berada pada Perlawanan, yang telah meraih kemenangan, bukan pada negosiasi yang merongrong hak-hak. Kemenangan akan datang berkat berkah darah para syuhada dan keteguhan para pejuang”.