Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Hizbullah Tegaskan Kesiapan Hadapi Perang Panjang, Bantah Ada Usulan Konkret Hentikan Serangan

POROS PERLAWANAN – Pada peringatan 40 hari Syahadah Sayyid Hasan Nasrallah, Kepala Hubungan Media Hizbullah, Muhammad Afif menegaskan bahwa Kelompok Perlawanan siap menghadapi perang panjang melawan Pendudukan Israel di semua lini, seraya memastikan bahwa hingga kini Lebanon belum menerima usulan konkret untuk menghentikan konflik tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Afif dalam konferensi pers pada Senin malam 11 November, di Beirut, menanggapi pernyataan sejumlah pejabat Israel yang menyatakan bahwa cadangan roket Hizbullah telah berkurang hingga 20% dari kapasitas aktual.

Afif dengan tegas menyatakan, “jawaban kami ada di medan pertempuran,” merujuk pada serangan roket yang mencapai pinggiran Tel Aviv dan Haifa serta titik-titik strategis di Dataran Tinggi Golan. Afif juga menegaskan, Hizbullah menggunakan roket Fateh 110 dalam serangan tersebut, dan menunjukkan mereka memiliki persenjataan lebih dari cukup untuk perang jangka panjang.

Dalam peringatan tersebut, Afif kembali menekankan bahwa para pejuang di garis depan memiliki persediaan senjata, amunisi, dan logistik yang memadai untuk menghadapi perang panjang. “Kami siap di semua tingkatan,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Afif juga menyoroti kegagalan Israel yang, setelah lebih dari 45 hari pertempuran sengit, tidak berhasil merebut satu pun desa di Lebanon meskipun mengerahkan lima divisi, dua brigade, dan sekitar 65.000 tentara. “Pertempuran yang dilancarkan para mujahidin di benteng Khiyam adalah bukti nyata keberanian dan keteguhan Perlawanan yang tak bisa dipatahkan,” ungkapnya.

Mengenai rencana Israel memperluas serangan, Afif berpendapat bahwa skala serangan sudah besar sejak awal, sementara Israel tidak menetapkan tujuan spesifik untuk menghindari pengulangan kesalahan dalam Perang Juli 2006. “Pendudukan ini tidak berani menetapkan tujuan atau target tinggi karena kekuatan Perlawanan di Lebanon yang sulit mereka hadapi,” tambahnya.

Afif juga menyatakan bahwa Hizbullah siap untuk konfrontasi panjang melawan Israel di segala medan, baik di garis depan maupun di wilayah domestik.

Menanggapi pembicaraan internasional yang sedang berlangsung mengenai gencatan senjata, Afif menegaskan bahwa Lebanon belum menerima usulan konkret apa pun. “Sejauh ini, apa yang kami dengar hanya dari media, sementara Lebanon masih berada dalam tahap penjajakan dan belum ada perkembangan signifikan yang diterima,” jelasnya.

Afif menambahkan saat ini ketegangan politik global semakin meningkat, terutama dengan adanya komunikasi intensif antara Moskow, Washington, Tehran, dan sejumlah Ibu Kota negara lainnya, khususnya sejak terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS.

Tags: