Loading

Ketik untuk mencari

Profil

Idealisme dan Prinsip Terpenting Syahid Ayatullah Sayyid Muhammad Baqir al-Hakim

POROS PERLAWANAN – Setiap tahun, pada tanggal 1 Rajab (bulan ketujuh dalam kalender Islam), diperingati sebagai Hari Syahid Irak, yang bertepatan dengan hari wafatnya Sayyid Muhammad Baqir al-Hakim.

Sepanjang hidupnya, Syahid al-Hakim terus berjuang melawan penindasan, kediktatoran, dan tirani. Berikut adalah ringkasan idealisme dan prinsip yang menjadi pedoman hidupnya. Ringkasan ini ditulis oleh Wakil Presiden Gerakan Kebijaksanaan Nasional Irak, Sayyid Muhsin al-Hakim, untuk memperingati Hari Syahidnya. Tulisan ini dirangkum dari artikel panjang di Tehran Times pada Minggu, 29 Desember 2024.

1. Ketergantungan kepada Allah Swt dan Keyakinan pada Tradisi Ilahi untuk Mencapai Tujuan

Syahid al-Hakim selalu menggantungkan diri sepenuhnya kepada Allah Swt dan tetap teguh dalam mengejar tujuan-tujuan Ilahi, bahkan di masa-masa paling sulit dalam hidupnya yang diberkahi. Ia tidak pernah kehilangan harapan akan pertolongan Allah Swt, meskipun menghadapi tekanan yang luar biasa. Dengan rahmat Allah Swt, janji Ilahi ini terwujud melalui tumbangnya rezim Baath Irak pada 9 April 2003.

2. Kepercayaan pada Rakyat Irak dan Penolakan terhadap Janji Asing

Salah satu prinsip utama dalam kehidupan Syahid al-Hakim adalah kepercayaannya yang mutlak pada kehendak rakyat Irak dan penolakannya untuk bergantung pada inisiatif asing. Kepercayaan ini memupuk semangat perlawanan rakyat Irak terhadap penindasan, yang akhirnya berhasil menggulingkan rezim Baath dan menggagalkan rencana asing untuk menentukan masa depan Irak sesuai dengan kepentingan mereka.

3. Kerja Keras dan Perjuangan yang Tak Kenal Lelah

Syahid al-Hakim tidak pernah lelah bekerja, berjuang, dan berjihad. Dalam setiap fase perjuangannya, ia bekerja tanpa henti demi mencapai tujuan luhur rakyat Irak. Kerja keras dan usahanya yang tak kenal henti inilah yang menjadi salah satu faktor utama keberhasilannya menggulingkan rezim Baath.

4. Keyakinan Teguh pada Otoritas Keagamaan dan Ulama Terkemuka

Meskipun Syahid al-Hakim adalah seorang ahli hukum Islam terkemuka sekaligus pemimpin intelektual dalam urusan politik maupun agama, ia selalu menganggap dirinya sebagai pelayan otoritas keagamaan dan yurisprudensi. Ia sepenuhnya menyelaraskan upayanya dengan arahan para ulama tersebut.

5. Disiplin Diri dan Pembinaan Spiritual kepada Pengikutnya

Salah satu karakteristik unik Syahid al-Hakim adalah pengabdiannya yang besar dalam membina kader Islam yang berkomitmen. Selain terlibat dalam aktivitas politik dan sosial, ia secara teratur menanamkan nilai-nilai etika dan spiritual kepada para pengikutnya. Hingga kini, struktur politik, keagamaan, budaya, dan sosial yang dibentuk berdasarkan ajarannya tetap memberikan dampak positif di Irak dan dunia Islam.

6. Komitmen pada Pengembangan Intelektual dan Ilmiah

Meskipun sibuk dengan perjuangan melawan rezim Baath, Syahid al-Hakim tetap berkomitmen pada pengembangan intelektual dan ilmiah. Kuliah-kuliahnya tentang ilmu Al-Qur’an di Universitas Imam Shadiq di Qom, kontribusinya di Universitas Proksimitas, serta artikel ilmiahnya yang mendalam mendapat pengakuan luas.

7. Kerendahan Hati dan Keterhubungan Langsung dengan Masyarakat

Syahid al-Hakim menjalani kehidupan yang sangat sederhana. Ia selalu menjaga hubungan langsung dengan rakyat, berusaha memahami dan menyelesaikan masalah mereka. Kunjungan-kunjungannya ke kamp-kamp pengungsi dan kota-kota yang menampung orang-orang telantar mencerminkan dedikasinya untuk membantu mereka.

8. Perhatian Khusus terhadap Pemuda

Syahid al-Hakim memberikan prioritas tinggi terhadap keterlibatan dengan generasi muda. Sebagian besar anggota tim kepemimpinannya adalah individu muda yang ia bimbing secara intelektual, religius, dan ilmiah. Banyak pemimpin Irak saat ini adalah murid atau rekan dekatnya, yang mencerminkan keberhasilan usahanya.

9. Perhatian terhadap Isu Dunia Muslim, Khususnya Palestina

Syahid al-Hakim sangat peduli terhadap isu-isu yang dihadapi umat Muslim di seluruh dunia, termasuk Palestina, Lebanon, Kashmir, Yaman, Afghanistan, Afrika, dan Asia Tenggara. Melalui otoritas keagamaan ayahandanya, Ayatullah Sayyid Muhsin al-Hakim, ia bekerja keras membantu mengatasi tantangan umat Muslim. Palestina, sebagai isu utama dunia Islam, selalu menjadi prioritas utamanya.

10. Prinsip-Prinsip Dasar untuk Pemerintahan Politik

Visi Syahid al-Hakim tentang pemerintahan didasarkan pada tiga prinsip utama:

a. Pemerintahan Irak harus mewakili seluruh segmen masyarakat Irak.

b. Pemerintahan Irak harus dipilih secara demokratis oleh rakyat.

c. Islam, sebagai dasar masyarakat Irak, harus dihormati oleh semua komunitas.

Prinsip-prinsip ini menjadi dasar bagi visi hidup berdampingan secara damai di antara berbagai kelompok sosial, politik, dan budaya di Irak, yang tecermin dalam struktur pemerintahan saat ini.

11. Hubungan dengan Negara Lain

Syahid al-Hakim percaya bahwa campur tangan asing harus dicegah di Irak dan negara-negara Islam lainnya. Ia menyerukan hubungan dengan negara-negara berdasarkan kepentingan nasional dan Islam. Beliau menekankan bahwa persatuan negara-negara Islam dapat mengubah mereka menjadi kekuatan global.

Komitmennya terhadap persatuan Islam tecermin dalam perannya sebagai Presiden Dewan Tertinggi Forum Dunia untuk Proksimitas Mazhab Islam.

Meskipun Syahid al-Hakim telah tiada secara fisik, semangat, gagasan, dan prinsipnya tetap menjadi panduan. Semoga visi Persatuan Islamnya terus mempererat hubungan, mendefinisikan kepentingan bersama, dan menyatukan umat Muslim di seluruh dunia.[]

Tags: