Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Inspektur Vijay dan Autopsi Gelap Reputasi Mossad

POROS PERLAWANAN — Inspektur Vijay memulai hari dengan firasat buruk. Bukan firasat spiritual; lebih seperti sensasi halus bahwa ada lembaga intelijen yang konon paling ditakuti di dunia sedang terjegal oleh benda paling remeh dalam sejarah keamanan global: sebuah notifikasi ponsel.

Dugaan itu akurat. Mossad, nama yang selama puluhan tahun dikemas seperti produk premium yang dijual dengan mitos, asap, dan kesombongan lembaga negara, kini tengah tersungkur. Bukan ditembak musuh. Bukan disabotase rival. Mereka terpeleset oleh internet seperti pejabat tua yang menginjak kucing virtual.

Twitter menutup akun pembocor data. “Langkah heroik,” katanya. Vijay hanya mengeluarkan tawa pendek yang biasa muncul ketika akal sehat sudah muak mengurus manusia.

“Menutup akun?” gumamnya sambil memutar kursi. “Itu seperti memasang gembok pagar setelah malingnya jadi influencer yoga di kota lain.”

Pembocor itu pindah ke Telegram, platform yang dalam imajinasi Vijay menyerupai pasar malam digital, ada pedagang crypto, penginjil kiamat yang beroperasi paruh waktu, pengelola grup “mantan teman sekelas”, dan kini pembongkar identitas intel Israel. Kombinasi itu begitu absurd hingga Kafka mungkin mengibarkan bendera putih dan pensiun dini.

Menurut laporan, kelompok ini mengaku memiliki data perwira Mossad, Shin Bet, dan Aman. Mereka mengumumkan misi mereka dengan gaya penceramah jalanan yang menjual obat dari ransel: “Kami akan membongkar mitos kekebalan intelijen Israel.”

Vijay membaca itu sambil menimbang apakah sinisme bisa digunakan sebagai energi terbarukan. “Kebal?” katanya. “Mereka bahkan tidak kebal dari fitur ‘export contacts’.”

Unggahan pertama: “Guy Sagi,” konon seorang perwira senior Mossad. Vijay melihat fotonya. Ia terdiam beberapa detik, lalu Vijay menutup laptop, membukanya kembali, menampar router, dan memastikan alam semesta belum mengalami kerusakan database.

“Ini? Ini agen bayangan? Orang ini terlihat seperti teknisi yang datang memperbaiki AC tapi kebingungan mencari outdoor unit. Jika dia bersembunyi di kegelapan, kegelapannya akan merasa dihina.”

Unggahan berikutnya memperlihatkan “Oren Parnasa”, lulusan Unit 8200 dengan CV yang panjang seperti naskah diplomasi yang dipaksa tampil keren. Namun seluruh prestasi itu runtuh karena hal yang lebih memalukan daripada skandal negara: sinkronisasi otomatis.

Ada estetika tersendiri dalam kehancuran akibat kelalaian kecil, pikir Vijay. Estetika gelap, absurd, hampir puitis. Semesta seperti berkata: “Inilah jadinya jika kalian memperlakukan reputasi seperti antivirus bajakan.”

Twitter menutup akun itu. Mossad bernapas lega selama empat belas detik, sebelum menyadari pembocor sudah berkeliaran di Telegram, sebuah ekosistem digital yang lebih sulit dihentikan daripada rumor di arisan RT. Vijay membayangkan rapat darurat Mossad, ketika seseorang berteriak: “Ini sabotase tingkat tinggi!” sementara koleganya membalas, “Tidak, ini cuma internet melakukan tugasnya.”

Malam itu, Vijay duduk di ruang kerjanya. Lampu meja menyala redup, bayangan menari seperti ingin menghindar dari kenyataan. Vijay membuka catatan investigasi dan menuliskan kalimat yang terdengar seperti vonis: “Autopsi awal menyatakan reputasi Mossad tidak dibunuh. Mossad tewas karena kelalaian diri sendiri. Bunuh diri digital”.

Vijay menatap kota yang sunyi. Dunia mungkin membaca ini sebagai skandal. Vijay, dengan kegetiran yang matang, membacanya sebagai dongeng moral, bahkan lembaga intelijen legendaris bisa tumbang bukan oleh musuhnya, melainkan oleh gaya hidup digital yang amburadul, sekelas grup alumni SMA yang lupa privasi.

“Ini bukan era intelijen,” gumamnya. “Ini era orang-orang yang percaya cloud storage adalah kotak suci.”

Vijay menutup map kasus, menenggak air dingin seolah itu tonik kebenaran, lalu menambahkan satu catatan penutup: “Ketika kehancuran datang dari dalam, bukan dari luar, itu bukan tragedi. Itu farce kosmik. Dan malam ini, Mossad adalah pemeran utama, berjalan pincang di panggungnya sendiri”.

Tags: