Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Iran Peringatkan Skenario ‘Bendera Palsu’ Israel di Masjid Al-Aqsa

POROS PERLAWANAN – Dilansir Al Mayadeen, ketegangan di Kawasan kembali memanas setelah Iran mengeluarkan peringatan serius terkait kemungkinan skenario provokasi yang menyasar situs suci umat Islam, Masjid Al-Aqsa, di Al-Quds yang masih berada di bawah pendudukan Israel. Peringatan itu disampaikan oleh seorang pejabat Kementerian Intelijen Iran yang mengungkap adanya indikasi rencana operasi “bendera palsu” yang diduga akan dijalankan oleh Israel.

Menurut laporan kantor berita Tasnim, pejabat tersebut menyebut operasi itu berpotensi dilakukan dengan menggunakan drone atau rudal yang diarahkan ke kompleks Masjid Al-Aqsa. Serangan itu, kata dia, kemungkinan akan dirancang sedemikian rupa agar seolah-olah dilakukan oleh Iran atau Kelompok Perlawanan di Kawasan.

Tujuan dari skenario tersebut, lanjut sumber itu, adalah memprovokasi opini publik dunia Arab dan Muslim agar berbalik memusuhi Iran serta melemahkan posisi Poros Perlawanan yang selama ini menentang dominasi Israel dan sekutunya.

Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya konfrontasi antara Iran dengan blok Amerika Serikat dan Israel. Menurut pejabat tersebut, Rezim Pendudukan disebut tengah berupaya merusak pengaruh Iran yang semakin kuat di dunia Islam, sekaligus menciptakan alasan baru untuk memperluas eskalasi konflik di Kawasan.

Ia juga menyoroti laporan mengenai evakuasi bertahap para pemukim Israel dari area sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa yang disebut mulai terjadi pada Kamis 5 Maret lalu. Langkah itu dinilai mencurigakan dan bisa menjadi bagian dari persiapan menuju skenario provokasi yang lebih besar.

Di tengah situasi yang semakin tegang, pihak Iran menyerukan kewaspadaan kepada dunia internasional serta umat Islam di berbagai negara. Mereka meminta komunitas global untuk memperingatkan Israel dan sekutu Baratnya agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu bencana besar di salah satu tempat paling suci bagi umat Muslim.

“Serangan terhadap Masjid Al-Aqsa bukan sekadar provokasi politik, melainkan kejahatan besar yang dapat memicu konsekuensi luas di Kawasan,” tegas pejabat tersebut.

Sementara itu, Kegubernuran Al-Quds melaporkan bahwa otoritas Pendudukan Israel berencana menutup akses Masjid Al-Aqsa bagi jemaah pada Jumat 6 Maret. Kebijakan itu disebut akan menghalangi pelaksanaan salat Jumat serta semakin memperketat pembatasan yang telah diberlakukan sejak meningkatnya agresi terhadap Iran.

Tags: