Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Jalali: Seluruh Umat Manusia Berutang Budi pada Darah Syahid Soleimani

POROS PERLAWANAN — Duta Besar Republik Islam Iran untuk Federasi Rusia, Kazem Jalali menyatakan bahwa “seluruh umat manusia berutang budi pada darah Syahid Jenderal Qasim Soleimani.” Pernyataan tersebut disampaikan dalam upacara peringatan Soleimani yang digelar di Moskow pada Selasa 23 Desember, sebagaimana dilaporkan IRNA.

Upacara peringatan tersebut diselenggarakan atas inisiatif gerakan publik “Seluruh Rusia” dari Persatuan Rakyat Seluruh Rusia dengan tema “Persatuan Spiritual Rakyat Rusia dan Iran”, dan dihadiri oleh sejumlah intelektual Rusia.

Dalam pidatonya, Jalali merujuk pada kesyahidan Jenderal Qasim Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis dalam serangan Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa Syahid Soleimani sepanjang hidupnya berfokus memerangi terorisme dan membela kemanusiaan, tanpa membedakan latar belakang agama maupun etnis.

Menurut Jalali, Soleimani tidak hanya membela komunitas Syiah, tetapi juga Muslim Sunni, Yazidi, serta warga non-Muslim di Irak dan Suriah. Ia menyebut peran Soleimani dalam melawan ISIS sebagai faktor penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan Kawasan.

Jalali juga mengkritik klaim negara-negara Barat terkait perang melawan terorisme, dengan menyatakan bahwa propaganda tersebut tidak sejalan dengan realitas di lapangan. Ia menambahkan bahwa tatanan internasional saat ini lebih banyak ditentukan oleh kekuatan dan dominasi dibandingkan hukum internasional.

Terkait isu nuklir, Jalali menegaskan bahwa Iran tetap berkomitmen pada perjanjian non-proliferasi dan penggunaan energi nuklir secara damai. Ia mengecam serangan Rezim Zionis dan Amerika Serikat terhadap Iran, yang menurutnya bertentangan dengan standar hukum internasional, serta menyesalkan sikap Dewan Keamanan PBB yang gagal mengutuk tindakan tersebut.

Dalam konteks global, Jalali menyampaikan harapannya akan perubahan tatanan dunia yang dianggap hegemonik. Ia memuji Rusia dan bangsa-bangsa lain yang dinilainya berdiri teguh pada prinsip kedaulatan nasional, serta menyinggung perlawanan rakyat Gaza sebagai simbol ketahanan bangsa terhadap tekanan kekuatan besar.

Di akhir pidatonya, Jalali mengucapkan selamat atas peringatan kelahiran Nabi Isa (a.s) dan Tahun Baru, seraya menekankan nilai perdamaian, persatuan, dan kemanusiaan. Upacara tersebut juga diisi dengan pandangan para pakar dari Rusia, Turki, dan Amerika Serikat mengenai peran Jenderal Soleimani dalam keamanan regional dan upaya memerangi terorisme.

Tags: