Jihad Islam Benarkan Kabar Syahadah Salah Seorang Komandannya
POROS PERLAWANAN – Setelah membunuh salah satu komandan Hamas di Gaza, Rezim Zionis pada Senin dini hari 18 Mei membunuh salah satu komandan Gerakan Jihad Islam di Lebanon Timur, yang menunjukkan bahwa mereka tidak berkomitmen dengan perjanjian apa pun.
Dilansir Fars, sayap militer Gerakan Jihad Islam, Brigade al-Quds, mengumumkan pada hari ini bahwa Wail Mahmoud Abdel Halim gugur dalam serangan Israel ke kota Baalbek di Lebanon.
Berbagai outlet berita pagi ini melaporkan, Wael Abdel Halim dan putrinya gugur di Baalbek, di timur Lebanon.
Pesawat tempur Israel menargetkan sebuah bangunan perumahan di Baalbek dini hari tadi, di mana pemimpin Jihad Islam tersebut berada.
Brigade al-Quds melaporkan bahwa sejumlah anggota keluarga Abdel Halim juga mengalami luka parah dalam serangan tersebut.
Dalam serangan tersebut, putri komandan tersebut, Rameya, tewas. Kondisi seorang anggota keluarga lainnya dilaporkan kritis.
Izzuddin al-Haddad adalah pemimpin lain dari Perlawanan Palestina yang gugur kemarin dalam serangan Israel di Gaza.
Ben Caspit, seorang analis politik dan jurnalis Israel, berpendapat bahwa pembunuhan komandan seperti al-Haddad tidak berarti terpenuhinya janji Benjamin Netanyahu tentang “kemenangan mutlak”.
Ben Caspit menekankan bahwa tujuan Yahya Sinwar dan Mohammed Deif telah tercapai sejak awal Operasi Badai al-Aqsa. Di antara tujuan utama tersebut adalah menghentikan normalisasi Israel dengan Arab Saudi dan mempertahankan kekuasaan Hamas di Gaza.
Ia meyakini bahwa di tengah terjadinya perang berkepanjangan dan pembunuhan massal, Perlawanan Palestina tetap mengendalikan Jalur Gaza.
Sambil menyoroti skala kehancuran di Gaza dan intensitas operasi militer Militer Israel, analis Zionis ini menegaskan, “Setiap komandan yang terbunuh akan digantikan di Brigade al-Qassam. Haniyeh telah tiada, saudaranya menggantikannya. Al-Haddad pun akan tiada, lalu orang lain akan menggantikannya.”
