Jihad Islam: ‘Dewan Perdamaian’ Trump Hanya Peduli Keamanan Israel
POROS PERLAWANAN – Wakil Sekretaris Jenderal Gerakan Jihad Islam, Muhammad al-Hindi menyatakan, Dewan Perdamaian yang digagas Donald Trump hanyalah sebuah sandiwara belaka dan gagal menghentikan Israel untuk terus melanjutkan perang genosida terhadap Gaza.
Diberitakan Fars, dalam wawancara dengan al-Jazeera, Wakil Sekretaris Jenderal Gerakan Jihad Islam Palestina itu mengatakan bahwa Dewan Perdamaian yang dipimpin Trump telah mengadopsi rencana dan program Rezim Zionis dan hanya menghendaki keamanan Israel.
Al-Hindi menambahkan, pernyataan terbaru Dubes AS untuk Israel, Mike Huckabee, merupakan indikasi jelas bias Washington terhadap Israel.
Dia menyatakan bahwa Pemerintahan Trump seharusnya secara terbuka mengecam pernyataan Huckabee dan meminta maaf secara tegas atas hal tersebut.
Pejabat senior Gerakan Jihad Islam itu menekankan, pendudukan Israel adalah penyebab utama ketidakstabilan di Kawasan, bukan senjata Perlawanan.
Al-Hindi menegaskan bahwa Israel adalah pihak yang diuntungkan dari tersulutnya api perang AS melawan Iran.
Dewan Perdamaian adalah lembaga yang didirikan oleh Trump dengan dalih mempercepat proses gencatan senjata dan rekonstruksi Gaza.
Dewan ini awalnya dibentuk dengan tujuan memantau implementasi gencatan senjata di Gaza dan mendukung rencana perdamaian 20 poin Trump. Tetapi belakangan, Dewan ini memperkenalkan dirinya sebagai struktur paralel dengan PBB, yang mengeklaim tanggung jawab untuk menyelesaikan sengketa internasional.
Banyak negara Eropa menolak undangan Trump untuk menghadiri Dewan tersebut. Keanggotaan tetap di Dewan Perdamaian mengharuskan pembayaran sebesar satu miliar Dolar.
Dalam hal ini, Rezim Zionis menjadikan pelucutan senjata Gaza dan Perlawanan sebagai syarat untuk rekonstruksi Jalur Gaza.
