Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Media Israel: Militer Zionis 2 Kali Gagal Teror Komandan al-Qassam

POROS PERLAWANAN – Harian Zionis, Times of Israel mengabarkan, Tentara Israel dalam 9 hari lalu sedikitnya telah melancarkan 2 operasi untuk meneror Komandan Izzuddin al-Qassam, Muhammad al-Dhaif. Meski begitu, Komandan sayap militer Hamas itu selalu lolos dari upaya-upaya teror tersebut.

Dilansir al-Alam, tanpa menyebut detail dari 2 operasi gagal tersebut, Times of Israel menyebut bahwa Pemerintahan Rezim Zionis sebelum ini tidak mengizinkan pengungkapan klaim-klaim ini.

Menurut kutipan Kanal 12 Israel dari sejumlah sumber militer, Rezim Zionis memang berniat membunuh al-Dhaif dan para komandan senior Poros Perlawanan Palestina, terutama Hamas.

Sumber-sumber itu melaporkan, Panglima Militer Israel memberitahu PM Benyamin Netanyahu bahwa “situasi saat ini memungkinkan untuk meneror al-Dhaif dan para tokoh terkemuka Palestina”.

Sementara itu, Hamas juga menepis isu soal dicapainya kesepakatan dengan Israel untuk menghentikan konfrontasi antara kedua belah pihak.

Anggota Kantor Politik Hamas, Izzat al-Rashaq pada Selasa 18 Mei malam menyatakan, tak ada satu pun kesepakatan terkait gencatan senjata atau penentuan waktu untuk menghentikan pertempuran.

“Upaya dan kontak para mediator serius dan masih berlanjut. Tuntutan-tuntutan bangsa kami jelas dan spesifik,” imbuh al-Rashaq dalam statemennya.

Jubir Hamas, Fawzi Barhoum juga mengatakan, apa yang dipublikasikan oleh media-media Zionis terkait gencatan senjata, adalah isu tak berdasar dan tidak benar.

Seorang petinggi Hamas, Mushir al-Mishri pada hari kemarin menegaskan, pertaruhan musuh atas faktor waktu dan mahalnya harga sudah gagal sejak awal. “Poros Perlawanan siap untuk melakukan perang dalam waktu lama,” tandasnya.

Pada Selasa lalu, sejumlah media Zionis mengklaim, Hamas dan Israel telah menyepakati gencatan senjata yang dimediasi Mesir. Gencatan senjata ini disebut-sebut akan dilaksanakan mulai tanggal 20 Mei. Media-media ini mengklaim, gencatan senjata akan diterapkan sejak pukul 6 pagi Kamis besok.

Tags: