Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Media-media Zionis Ejek Respons Gembira Trump terhadap Tanggapan Hamas

Media-media Zionis Ejek Respons Gembira Trump terhadap Tanggapan Hamas

POROS PERLAWANAN – Dikutip Mehr dari al-Jazeera, setelah Hamas memberikan tanggapan resmi terhadap proposal berisi 20 pasal yang diajukan Donald Trump, gelombang respons melanda kancah politik dan media Rezim Zionis. Sebagian besar respons ini mengkritik Trump dan mengolok-olok sukacitanya atas tanggapan Hamas, yang muncul dalam bentuk sejumlah karikatur yang menunjukkan bahwa Trump “berafiliasi kepada Hamas.”

Salah seorang jurnalis paling terkemuka Israel di Kanal 12 dan Axios, Barak Ravid menyatakan bahwa Benyamin Netanyahu tidak memprediksi reaksi Trump.

Stasiun Televisi KAN menuding Trump telah menodai citra Israel, padahal Tel Aviv saat ini tidak bisa berkata bahwa pihaknya menolak tanggapan Hamas.

Jurnalis militer dan situs Walla, Amir Bohbot mendeskripsikan tanggapan Hamas sebagai “psy war” dan “melempar bola ke lapangan AS dan Israel.”

Analis Zionis, Noam Amir meyakini bahwa tanggapan Hamas telah melemparkan bola di lapangan Trump. Kanal 14 mengatakan hal serupa dan menambahkan bahwa setelah secara terbuka mendesak Israel untuk menghentikan agresi ke Gaza, Trump praktis “telah terjebak dalam statemen Hamas.”

Kanal 13 Israel bahkan menyatakan bahwa “Hamas keluar sebagai pemenang dalam rangkaian peristiwa terbaru.”

Yedioth Ahronoth mengungkap kemarahannya atas respons hangat Trump kepada tanggapan Hamas dan menulis,”Trump telah menjual Israel demi mendapatkan Nobel Perdamaian.”

Jurnalis Kanal 12 Israel, Almog Boker menyoroti kontradiksi antara proposal Trump dan tanggapan Hamas.

“Proposal Trump menyebut-nyebut pasukan internasional. Tapi Hamas membicarakan pemerintahan teknokrat Palestina. Proposal Trump meminta pembebasan seluruh tawanan dalam tempo 72 jam, namun Hamas menjadikan hengkangnya Militer Israel dari Gaza sebagai syarat pembebasan tawanan. Trump menghendaki pelucutan senjata Hamas, tapi Hamas dalam statemen resminya sama sekali tidak menanggapi pasal tersebut,” tulis Boker.

Jurnalis KAN, Suleiman Moswadeh menulis,”Hamas praktis tidak berkata bahwa mereka menerima proposal Trump. Hamas menghendaki perundingan terkait sebagian besar pasal. Berlawanan dengan permintaan Trump, Hamas menolak pelucutan senjata Gaza atau meletakkan persenjataannya.

“Trump telah menempatkan Israel di posisi sulit, sebab sekarang Israel tidak bisa mengatakan bahwa pihaknya menolak tanggapan Hamas,” imbuh Moswadeh.

Tags: