Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Militer Iran Pastikan Israel Bayar Mahal Setiap Langkah Kelirunya terhadap Republik Islam

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, seorang Komandan Militer senior Iran memperingatkan bahwa Israel akan membayar mahal untuk kesalahan perhitungan atau langkah keliru apa pun yang dapat diambilnya terhadap Republik Islam.

Pernyataan tersebut dibuat oleh Mayor Jenderal Gholam-Ali Rashid, Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, yang merupakan institusi militer tertinggi negara yang bertugas untuk koordinasi serta perencanaan operasional dan pengawasan Angkatan Bersenjata Republik Islam.

“Dengan mengundang Iran untuk konfrontasi habis-habisan dan mengancam keamanan nasional kami, rezim Zionis [Israel] memang akan membayar harga dari setiap kesalahan perhitungan dan tindakan strategis mereka,” kata Komandan tersebut, yang berpidato di hadapan para pejabat militer.

Tel Aviv, tambahnya, telah menyebabkan ketidakstabilan dan peperangan di wilayah tersebut dengan memprovokasi Amerika Serikat untuk terlibat dalam konflik semacam itu dan memicu pertumpahan darah dari pasukan Amerika.

Melanjutkan sambutannya, Komandan itu menekankan perlunya Republik Islam melestarikan dan meningkatkan kesiapan pertahanan-keamanannya.

Dia menggarisbawahi kebutuhan untuk menghadapi musuh melalui “strategi perlawanan aktif yang menghasilkan dan mengalahkan strategi ‘Tekanan Maksimum'” dan menekankan pentingnya melakukan latihan militer tahunan yang berkelanjutan.

Pejabat itu memuji Tentara Iran dan Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) karena telah melakukan banyak latihan militer selama setahun terakhir sejalan dengan arahan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.

Sejak akhir tahun lalu, Angkatan Darat Iran dan IRGC telah melakukan 10 latihan militer yang melibatkan seluruh pasukan mereka dan sebagian besar wilayah Iran.

Latihan itu dilakukan ketika AS telah meningkatkan manuver provokatifnya di wilayah Teluk Persia selama bulan-bulan senja Presiden Donald Trump, seorang pendukung setia Israel, yang mengambil beberapa langkah pro-Tel Aviv selama masa jabatannya yang kontroversial.

Tags: