Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Mohsin Rezai: Serangan terhadap Suriah, Kesalahan Politik Besar

Usulan Mohsin Rezai untuk Pembentukan Tentara Islam Bersatu dalam Menghadapi Ancaman Zionis

POROS PERLAWANAN – Anggota Dewan Kebijakan Nasional Iran, Mohsin Rezai mengecam keras serangan terhadap Suriah, menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap kesepakatan resmi internasional. Dalam wawancara langsung dengan Al Jazeera Qatar, pada Minggu malam 01 Desember, ia membahas perkembangan terbaru di Kawasan, termasuk konflik di Suriah dan gencatan senjata di Lebanon.

Pelanggaran Gencatan Senjata dan Eskalasi Konflik

Rezai menyoroti bahwa kelompok Takfiri telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang disepakati pada 2020 antara Pemerintah Suriah dan kelompok oposisi di Idlib. Selama empat tahun, kesepakatan itu mampu menjaga stabilitas, namun kini dilanggar dengan serangan mendadak.

“Menurut kesepakatan antara Iran, Rusia, dan Turki, wilayah Aleppo dan Idlib adalah zona demiliterisasi. Pelanggaran ini merupakan kesalahan politik besar, terutama di tengah upaya Israel yang terus-menerus menciptakan ketidakstabilan di Kawasan melalui serangan udara di Gaza, Lebanon, dan Suriah,” tegasnya.

Peran Israel dan Amerika Serikat dalam Konflik

Rezai menuduh Israel dan Amerika Serikat sebagai dalang di balik eskalasi ini, termasuk dalam upaya menduduki Aleppo. “Ini adalah strategi untuk memperluas konflik dari Gaza dan Lebanon ke Suriah. Iran berdiri teguh mendukung Pemerintah dan Militer Suriah dalam menghadapi agresi ini,” ujarnya.

Ia juga menolak klaim bahwa kehadiran Iran di Suriah ditolak oleh negara-negara Arab dan Islam. “Iran adalah pembela garis depan seluruh negara Islam melawan Amerika dan Israel. Rencana mereka setelah Suriah adalah menerapkan skenario serupa di Tepi Barat, Irak, dan Yordania,” tegas Rezai.

Solidaritas Islam Melawan Israel

Menyikapi pertanyaan tentang kemungkinan Iran membantu Lebanon pasca-gencatan senjata, Rezai menyerukan pembentukan dana bersama oleh negara-negara Islam untuk membangun kembali Gaza dan Lebanon. Ia juga menekankan perlunya membentuk Angkatan Bersenjata bersama untuk melawan ancaman Israel dan Amerika Serikat.

Gencatan Senjata Lebanon dan Masa Depan Perlawanan

Menurut Rezai, keputusan terkait gencatan senjata di Lebanon sepenuhnya berada di tangan Pemerintah Lebanon dan Hizbullah. Ia memuji keberhasilan Perlawanan Hizbullah dalam pertempuran darat melawan Israel, yang menyebabkan lebih dari 130 tentara Israel tewas dan 1.250 lainnya terluka.

Rezai menutup wawancara dengan peringatan kepada Israel dan Amerika Serikat. “Kami akan memberikan respons tegas pada waktu dan tempat yang tepat. Israel harus bersiap menghadapi masa depan yang penuh ketidakamanan, dan hari-harinya sebagai rezim kriminal semakin mendekati akhir,” pungkasnya.

Tags: