Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Newsweek: Kekuatan Drone Iran Tak Tertandingi di Antara Negara Non-Arab di Asia Barat

Iran Luncurkan Tiga Drone VTOL Canggih Buatan Lokal, Tunjukkan Lompatan Teknologi Militer

POROS PERLAWANAN – Iran menunjukkan kemajuan signifikan dalam teknologi pesawat nirawak, menempatkan diri sebagai kekuatan unggul di antara negara-negara non-Arab di Asia Barat, menurut laporan Kayhan pada Rabu 4 Juni, menukil Newsweek yang diterbitkan baru-baru ini.

Majalah asal Amerika Serikat itu menyoroti peluncuran sejumlah drone tempur baru oleh Republik Islam Iran sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat. Newsweek menulis: “Di tengah ketegangan yang terus meningkat dengan Washington, Iran telah mengungkap armada drone tempur baru yang mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal — sebuah pencapaian penting yang diperlihatkan di pangkalan militer drone di Zahedan, dekat perbatasan tenggara negara itu”.

Tiga jenis drone baru yang diperkenalkan diberi nama “Homa”, “Didban”, dan “Shahin-1”. Drone “Homa” difokuskan untuk operasi peperangan elektronik dan pengintaian, sementara “Didban” dirancang untuk misi penargetan presisi. Sedangkan “Shahin-1” ditujukan untuk serangan akurat terhadap sasaran strategis.

Menurut laporan tersebut, Angkatan Laut Iran sangat membutuhkan platform nirawak seperti ini karena banyak kapalnya tidak mampu mengoperasikan drone konvensional.

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari strategi pertahanan Iran dalam melindungi aset militernya dari serangan udara dan misi pengintaian, sekaligus sebagai sinyal kepada lawan-lawan strategisnya tentang kesiapan militer negara itu.

Sebelumnya, Iran telah mengumumkan rencana untuk mengembangkan sistem drone baru serta membangun pangkalan-pangkalan tambahan untuk mendukung operasi pesawat nirawak. Pada Februari lalu, Iran memperkenalkan kapal perang pertama yang dirancang khusus untuk mengangkut dan mengoperasikan drone — sebuah terobosan yang memperkuat posisi Iran sebagai pionir militer di kawasan non-Barat.

Teknologi drone Iran juga telah digunakan secara luas oleh Rusia dalam konflik di Ukraina. Newsweek menyebut bahwa drone buatan Iran telah memainkan peran penting dalam mencegah kekalahan Rusia di medan perang melawan Ukraina dan sekutu Baratnya.

Sementara itu, putaran kelima perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi oleh Oman masih berlangsung. Kedua pihak mengeklaim telah mencapai kemajuan, meskipun sejumlah isu utama masih harus diselesaikan. Presiden AS, Donald Trump memperingatkan bahwa ia tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer jika perundingan gagal.

Di tengah situasi geopolitik yang tegang, Militer Iran juga mengeluarkan pernyataan terkait ancaman dari Israel. Wakil Komandan Angkatan Darat Iran menegaskan bahwa Militer negaranya siap mengambil tindakan kapan pun diperlukan, sambil menekankan investasi Iran dalam teknologi militer sebagai wujud transformasi Angkatan Darat menjadi “pasukan pelopor” dalam penerapan teknologi pertahanan mutakhir.

Iran menyatakan bahwa pengembangan sistem pertahanan udara dan kemampuan militer akan terus menjadi prioritas utama dalam menghadapi ancaman dari Amerika Serikat maupun Israel.

Tags: