Pakar Palestina: Para Pemimpin Arab Sebenarnya Sudah Tahu Proyek Israel, Tapi Bersikap Masa Bodoh
POROS PERLAWANAN – Seorang akademisi Palestina, Dr. Saeed Nimer menegaskan bahwa agresi terhadap Doha telah mengungkap kebenaran yang selama ini terus-menerus disuarakan oleh rakyat Palestina dan Perlawanan kepada negara-negara Arab dan Islam. Ia mengungkapkan keterkejutannya atas sikap para pemimpin Arab dan Muslim yang mengabaikan bahaya proyek Zionis, meskipun mereka yakin bahwa musuh sedang berupaya untuk merealisasikannya.
Dalam sebuah wawancara di saluran televisi Al-Masirah, profesor ilmu politik di Universitas Birzeit di Palestina itu mengatakan,”Ada semacam peringatan yang terjadi di semua negara Arab dan mereka mulai melihat kenyataan, seperti yang selalu kami katakan, bahwa entitas Zionis tidak akan ragu untuk menyerang negara Arab mana pun.”
“Apa yang terjadi di PBB, dan juga di Majelis Umum, telah membuat masalah ini kian serius.”
“KTT Doha diadakan untuk membahas masalah ini. Banyak banget yang menghadirinya, tapi sayangnya kita tidak mengetahui hasil KTT ini.”
“Ada semacam perasaan bahaya, yang terlihat dari kata-kata yang diucapkan oleh sebagian besar pimpinan, bahwa mereka benar-benar merasa entitas Zionis mulai bergerak ke arah yang tidak terduga bagi mereka. Khususnya negara-negara Teluk, yang menganggap diri mereka sebagai sekutu Amerika Serikat, namun ternyata musuh berani bertindak seperti itu terhadap mereka.”
Sembari menegaskan bahwa hasil dari KTT ini seharusnya sesuai dengan tingkat peristiwa yang terjadi, Nimer menujukan perkataannya kepada para pemimpin Arab dan Muslim, “Jika kalian merasakan bahaya yang nyata ini, dan bahwa entitas Zionis dapat mencapai negara Arab mana pun, seperti yang dinyatakan Netanyahu sendiri, mengapa kalian mengabaikannya?”
“Hasil KTT ini sangat lemah dan tidak sesuai dengan rencana di awal. Kami mengharapkan setidaknya ada beberapa langkah praktis, seperti masalah boikot dan penarikan duta besar”.
Dia menjelaskan bahwa hasil pertemuan puncak tersebut hanya “berujung kepada kecaman, dan para peserta kembali ke masalah yang sama, serta menyerukan kepada komunitas internasional untuk melakukan sesuatu terhadap entitas Zionis.”
“Kalian ingin komunitas internasional melakukan sesuatu, tetapi kalian sendiri tidak mampu melakukan apa pun? Ini adalah kenyataan yang sangat disayangkan,” kata Nimer ditujukan kepada para peserta KTT.
“Tahukah kalian bahwa pada saat Doha diserang, Musuh Zionis dalam waktu 24 jam menyerang 6 negara Arab, Lebanon, Suriah, kemudian Gaza dan Palestina, juga Yaman, Doha, dan Tunisia?”
Menurutnya, upaya Musuh Zionis untuk menyerang kapal-kapal yang menuju ke Jalur Gaza memberikan gambaran yang sangat jelas tentang sifat entitas ini dan cara menghadapi mereka.
“Perdamaian apa yang mereka bicarakan, padahal mereka melihat dengan mata kepala sendiri kesombongan Zionis dan pendudukan mereka atas tanah Suriah, pendudukan atas tanah Lebanon, ditambah lagi dengan apa yang terjadi di Tepi Barat dan Jalur Gaza?” sindirnya.
