Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Panglima Angkatan Darat Iran: Kesalahan Baru Musuh Akan Dibalas Kemarahan Terakumulasi

POROS PERLAWANAN — Panglima Angkatan Darat Republik Islam Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami menegaskan bahwa musuh gagal mencapai tujuan-tujuan strategisnya dalam perang terbaru melawan Iran. Menurutnya, setiap tindakan agresif baru di masa mendatang akan menghadapi respons yang lebih keras karena akumulasi kemarahan rakyat dan kekuatan pertahanan Iran.

Menurut Fars News Agency pada Selasa 16 Juni, pernyataan tersebut disampaikan Hatami dalam upacara peringatan keenam penganugerahan Medali Pengorbanan kepada keluarga tujuh syuhada Angkatan Darat Iran yang digelar di Universitas Militer Imam Ali di Teheran.

Hatami mengatakan musuh sebelumnya menyatakan ingin memaksa Iran menyerah, menghancurkan Republik Islam, bahkan mengubah peta negara. Namun, menurutnya, tidak satu pun dari tujuan tersebut berhasil diwujudkan.

“Hari ini tidak ada satu pun dari tujuan-tujuan itu yang tercapai. Dalam Perang 12 hari dan Perang Ramadan, mereka justru memohon agar gencatan senjata diberlakukan,” kata Hatami.

Ia menambahkan bahwa Iran saat ini berada dalam posisi yang lebih kuat di tingkat internasional dan memiliki perbatasan yang lebih kokoh dibanding sebelumnya.

Menurut Hatami, kehendak Iran juga berhasil dipaksakan kepada lawan dalam perkembangan terbaru yang berkaitan dengan Lebanon.

Panglima Angkatan Darat Iran menolak klaim kemenangan militer yang disampaikan pihak lawan. Ia menyebut seluruh cabang Angkatan Bersenjata Iran tetap menjalankan tugas operasional selama konflik berlangsung.

Hatami mengatakan Angkatan Laut Iran berhasil mempertahankan pengawasan di sepanjang pesisir Laut Oman dan menghadapi setiap upaya musuh untuk mendekati wilayah perairan Iran.

Ia juga mengeklaim rencana musuh untuk membuka Selat Hormuz tidak berjalan sesuai tujuan. Menurutnya, sasaran-sasaran yang terlibat dalam operasi tersebut mendapat serangan rudal jelajah dan pesawat nirawak.

“Mereka ingin menjalankan rencana untuk membuka Selat Hormuz, tetapi dalam perjalanan pergi dan kembali menjadi sasaran rudal jelajah dan drone. Kami melihat kobaran api di atas mereka dan saya meyakini mereka terkena serangan,” ujarnya.

Hatami menambahkan pasukan darat dan laut Angkatan Darat serta Korps Garda Revolusi Islam ditempatkan di pesisir selatan sehingga musuh tidak berani mendekati wilayah pantai Iran.

Ia juga memuji kinerja pertahanan udara yang tetap aktif hingga akhir konflik serta mengeklaim berhasil menembak jatuh drone musuh dan memaksa sejumlah pesawat tempur lawan meninggalkan area operasi.

Dalam pidatonya, Hatami turut menyinggung operasi Angkatan Udara Iran. Ia mengeklaim pejabat Amerika Serikat mengakui bahwa sebagian korban tewas di Pangkalan Al Udeid berasal dari serangan pesawat tempur Sukhoi-24 Iran.

Selain itu, Hatami menyebut produksi persenjataan Iran tetap berjalan meskipun sejumlah fasilitas militer menjadi sasaran serangan.

“Fasilitas produksi drone Angkatan Darat diserang sebanyak tiga kali, tetapi proses produksi tidak pernah berhenti,” katanya.

Hatami menilai salah satu penyebab utama kegagalan musuh adalah kesalahan perhitungan terhadap masyarakat Iran. Menurutnya, rakyat memainkan peran besar selama perang dan menunjukkan bahwa ketahanan nasional Iran tidak dapat dilemahkan melalui tekanan militer.

“Kami tidak akan pernah mampu membalas jasa rakyat Iran. Sebagian besar perang ini dijalankan dengan peran besar rakyat,” ujarnya.

Di akhir pidatonya, Hatami menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Iran akan terus meningkatkan kemampuan pencegahan strategis negara.

“Jika musuh kembali melakukan kesalahan, mereka akan menghadapi kemarahan yang terakumulasi yang akan membuat situasi jauh lebih sulit bagi mereka,” tegas Hatami.