Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Pemerintah Lebanon Tak Didukung Rakyatnya Sendiri dalam Negosiasi dengan Israel

POROS PERLAWANAN – Pemimpin partai Kristen “Marada” di Lebanon, Suleiman Frangieh menegaskan, jika Pemerintah Lebanon ingin menandatangani perjanjian dengan Israel, maka Pemerintah harus melakukannya sendiri.

Dilansir Fars, Frangieh pada Sabtu malam menegaskan bahwa Pemerintah Lebanon tidak mendapatkan dukungan dari rakyatnya dalam proses negosiasi langsung dengan Rezim Zionis.

“Siapa pun yang menandatangani [perjanjian] hari ini, akan menandatanganinya sendirian, karena sebagian besar rakyat tidak menyertainya,” kata Frangieh.

Sambil menunjukkan bahwa dalam semua jajak pendapat, mayoritas rakyat Lebanon menentang Israel, ia menyatakan, “Kita telah berkali-kali diuji; Israel mencapai Beirut pada tahun 1982 dan Presiden Frangieh diminta untuk mengubah pendiriannya. Tetapi ia bertaruh pada kemenangan Lebanon. Pada akhirnya, Israel mundur dan Lebanon menang.”

Sambil mengumumkan dukungan tegas terhadap rakyat Lebanon selatan, Frangieh mengatakan, “Seharusnya [kekuatan] Perlawanan digunakan sebagai kartu truf dalam negosiasi, bukan justru melepaskan kekuatan kita sendiri.”

“Seandainya saja Presiden Amerika dalam perjanjian Lebanon-Amerika memberikan apa yang telah diberikannya kepada Iran dalam nota kesepahaman,” kata Frangieh ditujukan kepada Pemerintah Lebanon.

Meskipun ada penentangan dari Hizbullah dan banyak arus politik di Lebanon, Pemerintah negara tersebut sangat gigih mengejar negosiasi langsung dengan kubu Zionis. Di saat negosiasi ini menjadi tujuan utama Pemerintah Lebanon, Militer Israel menegaskan bahwa mereka akan terus melanjutkan operasi di dalam wilayah Lebanon.