Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Pengadilan Rezim Zionis Nyatakan Warga Israel Bersalah dengan Dakwaan Spionase untuk Iran

Pengadilan Rezim Zionis Nyatakan Warga Israel Bersalah atas Dakwaan Spionase untuk Iran

POROS PERLAWANAN – Pengadilan Distrik Beershaba menjatuhkan vonis bersalah atas seorang warga Israel. Dia didakwa menjadi mata-mata Iran dan memasuki negara tersebut tanpa izin Tel Aviv.

Diberitakan Fars, Kantor Jaksa Umum Israel pada hari Kamis 26 Desember kemarin mengumumkan, Moti Maman (73 tahun) telah mengunjungi Negeri Mullah hingga 2 kali dan berbicara dengan para agen Iran.

Menurut Jerusalem Post, Maman adalah warga Ashkelon. Dia mengaku bahwa lantaran faktor finansial, ia berhubungan dengan para agen Iran. Dia meminta sejumlah uang dari mereka untuk menjalankan beberapa misi di Tanah Pendudukan.

Setelah dimulainya perang Gaza, ini adalah kali pertama Pengadilan Israel menjatuhkan vonis bersalah atas para tersangka mata-mata Iran.

Beberapa hari lalu, Jerusalem Post memberitakan bahwa aktivitas spionase Iran di Tanah Pendudukan meningkat signifikan lebih dari sebelumnya.

Dalam laporannya, harian tersebut menyatakan bahwa jumlah warga Israel yang menjadi mata-mata untuk Iran terus bertambah.

Dalam satu tahun terakhir, Shin Bet telah menangkap puluhan orang Israel yang bekerja untuk Iran atau Hizbullah.

Jerusalem Post mengungkit 2 kasus spionase yang terjadi beberapa tahun lalu. Dua kasus tersebut sempat menjadi tajuk utama media-media Israel.

Meski demikian, Jerusalem Post menyatakan bahwa saat ini, kasus-kasus serupa sudah bertambah sedemikian rupa sehingga tidak lagi menjadi tajuk utama media.

“Kasus-kasus spionase untuk musuh yang telah terungkap sudah begitu banyak, sehingga pengumuman Shin Bet kemarin soal ditangkapnya 2 warga keturunan Arab di Yerusalem Timur karena memberikan informasi kepada Hizbullah, masuk dengan susah payah ke dalam liputan media-mediam,” tulis Jerusalem Post.

Harian ini menyatakan, memang benar bahwa 2 orang tersebut adalah keturunan Arab, bukan Yahudi. Namun kasus serupa lebih mendapat banyak perhatian di tahun-tahun sebelum ini.

“Sekarang, orang-orang Israel, baik Yahudi atau keturunan Arab, yang didakwa membantu musuh saat perang, telah menjadi begitu banyak sehingga jarang memicu amarah publik.”

“Ada apa ini? Apa yang telah berubah? Kenapa jumlah orang Israel yang menjadi mata-mata musuh semakin bertambah?”

“Bertambahnya kasus serupa menunjukkan bahwa Iran sedang meningkatkan upaya intelijennya. Iran telah mengubah metode dan target-targetnya,” tandas Jerusalem Post.

Tags: