Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon Palestina

Petinggi Zionis: Drone-drone Hizbullah Ibarat F-35 bagi Mereka

POROS PERLAWANAN – Para pejabat Rezim Israel mengungkapkan kekhawatiran yang semakin meningkat terkait kemampuan drone-drone Perlawanan. Mereka memperingatkan akan kemungkinan terjadinya serangan drone berskala besar dari Lebanon dan Gaza.

Diberitakan Fars, saat diwawancarai Kanal 13 Israel terkait efektivitas dan dampak di lapangan dari drone Hizbullah, Kepala Dewan Lokal permukiman Israel Metula di wilayah pendudukan utara, David Azulaya mengatakan, “Drone Hizbullah adalah F-35 mereka.”

Sementara itu, Wali Kota Sderot, Alon Davidi mengatakan, “Saya tidak tahu apa yang akan terjadi jika seribu drone yang membawa bom diluncurkan ke arah kami dari Gaza.”

Para pemukim Zionis melaporkan bahwa Hizbullah, dalam rangka merespons kejahatan yang dilakukan oleh Pendudukan, telah meningkatkan serangan drone-nya ke wilayah pendudukan. Hizbullah mengumumkan 26 operasi sejak Jumat dini hari kemarin; jumlah operasi tertinggi sejak gencatan senjata dimulai.

Radio Militer Pendudukan melaporkan bahwa dua insiden, yang terjadi pada Jumat pagi di bagian utara wilayah yang diduduki akibat serangan drone yang membawa bahan peledak, mengakibatkan sejumlah tentara terluka.

Radio Militer Israel memberitakan, dua tentara mengalami luka sedang dan parah di Ras al-Naqura, dekat perbatasan, setelah terkena langsung oleh drone yang membawa bahan peledak.

“Seorang tentara mengalami luka sedang dalam serangan drone yang membawa bahan peledak yang meledak di selatan Lebanon dekat posisi pasukan Israel,” lapor Radio Militer Israel.

Surat kabar Ibrani Maariv menulis bahwa Lebanon telah menjadi “rawa bergejolak” yang menimbulkan kerugian besar.

Dalam hal ini, Maariv menekankan bahwa penghancuran jembatan-jembatan Sungai Litani tidak menghalangi pengiriman pasukan tambahan Hizbullah ke selatan.

Analis surat kabar tersebut, Avi Ashkenazi dalam laporannya menulis:”Meskipun Menteri Perang Yisrael Katz dengan bangga mengumumkan bahwa Militer Israel telah menyerang sebagian besar jembatan di atas Sungai Litani, sehingga memisahkan Lebanon Selatan dari wilayah negara lainnya, sumber-sumber di dalam Militer Israel telah menjelaskan bahwa ketinggian air Sungai Litani hanya setinggi lutut. Oleh karena itu, pada praktiknya, Hizbullah tidak perlu menggunakan jembatan-jembatan tersebut untuk memindahkan pasukan tambahan guna melawan pasukan Israel.”

Di sisi lain, Nahum Barnea, penulis di surat kabar Yedioth Ahronoth, dalam laporannya menulis:”Sama seperti dalam konfrontasi dengan Iran, para pengambil keputusan membuat kesalahan dengan meremehkan kekuatan dan ketahanan musuh.”

Menurutnya, Badan Intelijen mungkin mampu membunuh para komandan Perlawanan, tetapi tidak mampu memahami kemampuan, kapasitas, dan tingkat ketahanan pihak lawan.

Radio Militer Israel mengumumkan bahwa sejak gencatan senjata ditetapkan di Lebanon (17 April), lima prajuritnya tewas dan 33 lainnya terluka.