Presiden China Sarankan Biden Tak Ikuti Cara Trump Jika Tak Ingin Hadapi ‘Perang Dingin Baru’ dengan Tiongkok - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Oseania & Asia

Presiden China Sarankan Biden Tak Ikuti Cara Trump Jika Tak Ingin Hadapi ‘Perang Dingin Baru’ dengan Tiongkok

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Presiden China Xi Jinping secara implisit memperingatkan Presiden AS, Joe Biden bahwa dia akan menghadapi risiko “Perang Dingin Baru” jika dia mengikuti jejak pendahulunya, Donald Trump, menyerukan multilateralisme sebagai gantinya.

Xi tidak menyebut nama Biden atau AS dalam pidato pertamanya sejak masa jabatan Trump berakhir pekan lalu, tetapi menjelaskan bahwa Beijing tidak akan didikte oleh Washington.

“Membangun lingkaran kecil atau memulai Perang Dingin Baru, menolak, mengancam atau mengintimidasi orang lain, dengan sengaja memaksakan pemisahan [dari China], memberikan gangguan atau sanksi, dan menciptakan isolasi atau kerenggangan hanya akan mendorong dunia ke dalam perpecahan dan bahkan konfrontasi,” kata Xi dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia pada hari Senin.

“Kita harus membangun ekonomi dunia terbuka, menegakkan rezim perdagangan multilateral, membuang standar, aturan dan sistem yang diskriminatif dan eksklusif, serta menghapus hambatan perdagangan, investasi, dan pertukaran teknologi,” kata Xi.

Di bawah Trump, hubungan Amerika Serikat dengan China semakin tegang. Washington bentrok dengan Beijing terkait perdagangan, Laut China Selatan, Taiwan, Hong Kong, dan pandemi virus Corona. Mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bahkan secara terbuka menyerukan pergantian rezim di China.

Trump juga berbicara tentang pemisahan total antara Amerika Serikat dan China.

Biden, seorang Demokrat, belum mengisyaratkan bahwa dia akan melunakkan posisi keras Trump dari Partai Republik terhadap China, tetapi dia mungkin mengurangi perang perdagangan yang diluncurkan mantan presiden AS itu dengan Beijing.

“Hubungan antarnegara harus dikoordinasikan dan diatur melalui lembaga dan aturan yang tepat. Pihak yang kuat seharusnya tidak menggertak yang lemah. Keputusan tidak boleh dibuat hanya dengan memamerkan otot yang kuat atau melambaikan tangan,” kata Presiden China tersebut.

AS secara rutin mengerahkan kapal militer ke perairan di Laut China Timur dan Selatan yang diklaim oleh China, dengan alasan hak atas “kebebasan navigasi”.

Mantan Presiden AS, Barack Obama juga merencanakan “Poros Asia” strategis dalam upaya nyata untuk meningkatkan persaingan dengan Beijing.

Presiden Xi juga mendesak pendekatan multilateral untuk menyelesaikan krisis ekonomi akibat pandemi.

“Tidak ada masalah global yang dapat diselesaikan oleh satu negara saja. Harus ada aksi global, respons global, dan kerja sama global,” kata presiden China itu.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *