Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Qalibaf: Perlawanan Berbasis Prinsip Ilahi akan Terus Berlanjut

Qalibaf: Perlawanan Berbasis Prinsip Ilahi akan Terus Berlanjut

POROS PERLAWANAN – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagir Qalibaf menegaskan bahwa perlawanan terhadap ketidakadilan dan musuh akan terus berlangsung berdasarkan prinsip-prinsip Ilahi. Dalam pidatonya di Universitas Imam Hossein (a.s.), pada Senin 23 Desember, Qalibaf menyoroti perbedaan sikap antara orang-orang munafik dan Mukmin dalam menghadapi kesulitan, sembari mengingatkan pentingnya keimanan dan perjuangan yang kokoh.

Perbedaan Mukmin dan Munafik di Tengah Kesulitan

Qalibaf menjelaskan bahwa saat menghadapi kesulitan, orang-orang munafik cenderung meragukan janji-janji Allah dan Rasul-Nya. Mereka bahkan menganggap janji tersebut sebagai tipu daya. Sebaliknya, kaum Mukmin melihat tantangan sebagai penggenapan janji Ilahi. “Mukmin berkata, ‘Ini adalah janji Allah dan Rasul yang telah dijanjikan kepada kami’,” ujar Qalibaf.

Ia menambahkan bahwa dasar kebenaran dan kebatilan terletak pada keimanan, perjuangan, keberanian menghadapi kemiskinan, dan keteguhan melawan kezaliman.

Keteguhan Poros Perlawanan

Dalam konteks perjuangan Poros Perlawanan, Qalibaf menyinggung situasi sulit di Lebanon Selatan dan Suriah. Ia menyebut bahwa tantangan berat tersebut menguji iman dan kesetiaan individu terhadap prinsip-prinsip Ilahi.

Qalibaf juga mengenang pesan Syahid Qasim Soleimani ketika menghadapi ancaman ISIS di Irak. Menurutnya, Syahid Soleimani tidak hanya merencanakan strategi secara komprehensif, tetapi juga menginspirasi bangsa untuk terus melawan musuh dengan keimanan yang kokoh dan idealisme yang realistis.

“Walau kita kehilangan para pemimpin besar seperti Syahid Hasan Nasrallah, Beheshti, Soleimani, dan Sayyid Abbas Mousavi, Poros Perlawanan tetap hidup dan akan terus berjalan dengan kekuatan dan keyakinan,” tegasnya.

Peran Universitas dan Inovasi dalam Mengatasi Masalah Bangsa

Dalam pidatonya, Qalibaf juga menyoroti pentingnya partisipasi universitas dan para intelektual dalam menghadapi tantangan nasional. “Universitas dan para pemikir harus berada di garis depan untuk memberikan solusi nyata bagi masalah negara,” ujarnya.

Janji Ilahi dan Keberlanjutan Perlawanan

Mengakhiri pidatonya, Qalibaf menegaskan bahwa kalkulasi Ilahi tidak akan berubah, dan perlawanan terhadap musuh serta ketidakadilan akan terus berlanjut. “Keimanan dan Perlawanan adalah landasan kemenangan kami, dan kami yakin bahwa janji Allah akan terus menjadi cahaya yang membimbing perjuangan kami,” pungkasnya.

Tags: