Ratusan Ribu Massa Pro-Palestina Kepung Kedutaan AS di Mauritania
POROS PERLAWANAN — Ratusan ribu warga Mauritania pada Senin 7 April, menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Nouakchott, sebagai bentuk protes terhadap agresi Israel di Jalur Gaza dan dukungan Washington terhadap rezim Zionis.
Aksi ini merupakan bagian dari respons positif masyarakat Mauritania terhadap seruan solidaritas global untuk rakyat Palestina, demikian menurut laporan Farsnews Agency. Massa dari berbagai latar belakang, termasuk pelajar, akademisi, pengusaha, dan tokoh masyarakat, turut ambil bagian dalam aksi tersebut.
Para demonstran mengepung kawasan sekitar Kedutaan AS sambil meneriakkan yel-yel anti-Israel dan menyerukan sanksi internasional terhadap negara-negara yang mendukung kebijakan militer Tel Aviv.
Menurut laporan media lokal, unjuk rasa ini bukan yang pertama. Pada Sabtu malam sebelumnya, aksi serupa juga digelar di lokasi yang sama, menandakan konsistensi dukungan masyarakat Mauritania terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Dalam orasi-orasi yang disampaikan, para pengunjuk rasa menuding Amerika Serikat sebagai pihak yang turut bertanggung jawab atas berlanjutnya kekerasan dan genosida di Gaza. Mereka juga menyerukan Pemerintah Mauritania agar memutuskan hubungan diplomatik dengan Washington sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan luar negeri AS yang dianggap memihak Israel.
