Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Sekjen Hizbullah: Perlawanan Lebanon Tak Akan Pernah Tunduk kepada Israel

POROS PERLAWANAN — Sekretaris Jenderal Hizbullah, Syekh Naim Qasim menegaskan bahwa Perlawanan Lebanon tidak akan menyerah kepada Israel, meskipun terus menghadapi agresi berulang yang didukung penuh oleh Amerika Serikat.

Pernyataan tegas itu disampaikan dalam pesan tertulisnya kepada Ayatullah Alireza Arafi, sebagaimana dilaporkan oleh IRNA yang mengutip media Lebanon pada Rabu 14 Mei.

Dalam suratnya, Syekh Naim menyampaikan apresiasi atas dukungan Republik Islam Iran, para ulama, serta hawzah ilmiah terhadap Hizbullah dan Poros Perlawanan di Lebanon.


“Musuh yang Brutal dan Ekspansionis”

Syekh Naim menggambarkan Lebanon saat ini sedang berhadapan dengan musuh yang brutal dan ekspansionis. Ia menilai Israel, dengan dukungan penuh Washington, berupaya memperluas pendudukan dan mengendalikan arah politik bangsa-bangsa di Kawasan.

“Di Lebanon kami menghadapi musuh yang liar dan ekspansionis yang, dengan dukungan penuh Amerika, berusaha menduduki wilayah, memperluas pengaruh, dan merampas hak bangsa-bangsa di Kawasan untuk menentukan nasib mereka sendiri”, tulisnya.

Sejarah Konfrontasi yang Tak Terlupakan

Sekjen Hizbullah juga mengingatkan sejarah panjang konfrontasi antara Perlawanan Lebanon dan Israel. Ia menyebut dua peristiwa penting: pembebasan Lebanon Selatan pada 2000, dan kegagalan Israel dalam perang 33 hari pada 2006.

Menurutnya, berbagai agresi berikutnya pun terbukti tidak mampu menghancurkan kekuatan Perlawanan.

Ia juga menyinggung gugurnya Sayyid Hasan Nasrallah bersama sejumlah komandan dan pejuang Hizbullah dalam serangan 2024. Meskipun kehilangan tokoh sentral, Hizbullah disebut tetap melanjutkan perlawanan melalui operasi “Ulil Ba’s” dan “Al Ashf al-Ma’kul” untuk menghadapi serangan terbaru Israel.

Lebih lanjut Syekh Naim Qasim dengan tegas menyatakan bahwa Hizbullah dan rakyat Lebanon tidak akan tunduk pada pendudukan. Menurutnya, pada akhirnya Israel tidak memiliki pilihan lain selain menghentikan agresi, menarik diri dari Wilayah Lebanon yang Diduduki, dan membebaskan para tahanan.

Apresiasi untuk Iran

Dalam pesannya, Syekh Naim juga menyoroti peran penting Republik Islam Iran. Ia menyebut dukungan Iran sejak berdirinya Hizbullah pada 1982 sebagai faktor utama yang memungkinkan Perlawanan Lebanon bertahan menghadapi berbagai agresi Israel.

Ia memberikan apresiasi khusus terhadap peran Pemimpin Revolusi Islam Iran, Imam Ruhullah Khomeini, serta Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), khususnya Pasukan Quds, dalam mendukung Poros Perlawanan di Kawasan.

Kecaman terhadap Serangan AS-Israel

Syekh Naim juga mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Ia menilai serangan itu sebagai upaya untuk melemahkan arus perjuangan kemerdekaan, kemandirian, serta dukungan terhadap Palestina.

Ia menyatakan keyakinannya bahwa keteguhan rakyat dan Angkatan Bersenjata Iran akan melahirkan kemenangan baru di Kawasan.

Di bagian akhir suratnya, Syekh Naim Qasim menyampaikan harapan kemenangan bagi rakyat Palestina, Republik Islam Iran, dan seluruh Kelompok Perlawanan regional. Ia kembali mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada para ulama, hawzah ilmiah, dan rakyat Iran atas dukungan mereka yang terus mengalir untuk perjuangan Lebanon.

Tags: