Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Serangan Siber Skala Besar dan Rumit Berlanjut, Kali ini Sasar Jaringan Informasi Senjata Nuklir AS

Serangan Siber Skala Besar dan Rumit Berlanjut, Kali ini Sasar Jaringan Informasi Senjata Nuklir AS

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, Badan Nasional Keamanan Nuklir AS (NNSA) termasuk di antara Lembaga Federal yang disusupi para peretas.

Mengutip dari sejumlah sumber, majalah AS Politico menyebut Kementerian Energi (DOE) dan NNSA telah diretas para hacker.

NNSA adalah salah satu Lembaga Federal Pemerintah AS yang bertanggung jawab mengawasi gudang persenjataan nuklir di negara tersebut.

Tanpa memberikan perincian lebih jauh, DOE dan NNSA menyatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi aktivitas mencurigakan di jaringan-jaringan milik Komisi Federal Penyusun Aturan Energi (FERC), laboratorium nuklir Sandia dan Los Alamos, serta beberapa lembaga lain.

Menurut laporan Politico, DOE dan NNSA pada hari Kamis 17 Desember kemarin telah mulai memberikan informasi kepada Badan-badan terkait di Kongres soal penyusupan ke jaringan-jaringan mereka.

Penyelidikan Federal di DOE dan NNSA telah dimulai sejak beberapa hari lalu. Para penyelidik berusaha mengetahui apa saja informasi yang telah dicuri para peretas.

Para pejabat DOE menyatakan, estimasi kerugian yang dialami bisa saja butuh waktu berminggu-minggu.

Politico menulis, serangan ke DOE adalah peringatan paling nyata bahwa para peretas bisa mengakses jaringan milik salah satu sektor utama keamanan nasional AS.

Sebelum hari Kamis kemarin, praduga utama adalah para peretas telah menyusup ke SolarWinds, yang merupakan penyedia utama produk teknologi informasi untuk ratusan lembaga pemerintahan dan swasta, dan meretas jaringan-jaringan milik Lembaga-lembaga Federal AS.

Namun, pada Kamis malam dilaporkan bahwa pejabat Federal AS telah memperingatkan, para peretas itu menggunakan malware dan teknik serangan lebih banyak dari yang diprediksi sebelum ini.

Dengan berlalunya beberapa hari dari laporan pertama serangan siber ke Badan-badan Pemerintah AS, lembaga-lembaga intelijen dan keamanan AS menyatakan bahwa serangan ini masih berlanjut.

Serangan siber yang besar dan rumit ini membuat jumlah kerugian masih belum diketahui.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *