Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Sistem THAAD Amerika Gagal Cegat Rudal Balistik Iran

POROS PERLAWANAN — Dalam penggunaan operasional pertamanya di Wilayah Pendudukan, sistem pertahanan udara antirudal Amerika Serikat, THAAD (Terminal High Altitude Area Defense), dilaporkan gagal mencegat rudal balistik Iran, meskipun telah menembakkan sekitar 150 rudal pencegat.

Mengutip laporan Wall Street Journal yang dinukil Tasnimnews Agency pada Selasa 29 Juli, sistem THAAD tak mampu mencegah rudal Iran menghantam berbagai target di Wilayah yang Diduduki selama konflik berdurasi 12 hari.

Menurut laporan tersebut, Amerika Serikat menggelontorkan hingga $2,5 miliar untuk mempertahankan langit Wilayah Pendudukan, namun sistem THAAD yang dijuluki “Berlian Pertahanan” Amerika gagal menjalankan fungsinya secara efektif melawan rudal Iran, termasuk yang bertipe hipersonik seperti rudal Fatah.

Spesifikasi Sistem THAAD

THAAD merupakan sistem pertahanan rudal jarak menengah hingga tinggi yang dikembangkan oleh Lockheed Martin dan diperkenalkan pada 2008. Sistem ini terdiri dari empat komponen utama:

1. Radar TPY-2

Radar canggih berjangkauan hingga 1.000 kilometer, digunakan untuk deteksi dan pelacakan target.

2. Pusat Komando dan Kontrol (C2)

Bertanggung jawab memproses data radar dan menentukan target yang akan dicegat.

3. Rudal THAAD

Memiliki jangkauan efektif sekitar 200 kilometer, menggunakan mesin berbahan bakar padat dengan nosel manuver untuk akurasi dan fleksibilitas.

4. Peluncur Rudal

Setiap peluncur mampu membawa hingga delapan rudal.

Harga per unit rudal THAAD berkisar antara $13 hingga $15 juta, sementara satu baterai THAAD lengkap diperkirakan mencapai $1,4 hingga $1,8 miliar. Meski AS telah berinvestasi dalam jumlah besar untuk THAAD, namun rudal-rudal Iran tetap mampu menembus pertahanan dan menghantam sejumlah titik strategis.

THAAD Membuktikan Kerapuhannya, Teknologi AS Tak Mampu Menandingi Tekad dan Strategi Poros Perlawanan

Meski dibalut kemewahan teknologi dan didukung miliaran Dolar anggaran militer, sistem THAAD, kebanggaan industri pertahanan Amerika terbukti hanya ilusi keamanan di hadapan kenyataan medan perang. Rudal-rudal Iran, hasil inovasi dalam tekanan dan blokade, menembus perisai pertahanan dengan presisi yang menghantam jantung wilayah yang dijajah.

Kegagalan ini bukan sekadar catatan teknis, melainkan simbol bahwa hegemoni teknologi tanpa moral dan legitimasi tak akan bertahan lama di medan yang ditentukan oleh keyakinan, kesabaran, dan keberanian.

Poros Perlawanan, yang dibangun di atas tekad rakyat tertindas, menunjukkan bahwa kehendak membebaskan lebih tajam dari segala sistem pencegat. Washington mungkin memiliki radar canggih, namun tidak mampu membaca gelombang perlawanan yang lahir dari tanah yang dibakar dan langit yang dibombardir.

Ini bukan sekadar kekalahan satu sistem, melainkan sinyal retaknya narasi dominasi Barat, dan kebangkitan jalan alternatif dari Timur yang menolak tunduk.

Tags: