Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

Skandal Qatar-Gate Terkuak: Uang Doha Mengalir ke Lingkaran Dekat Netanyahu

POROS PERLAWANAN – Media Israel akhirnya membuka tabir skandal yang menghubungkan uang dari Qatar dengan lingkaran dalam atau orang-orang terdekat Perdana Menteri Benyamin Netanyahu, termasuk juru bicara dan para penasihat dekatnya. Skandal yang dijuluki “Qatar-gate” ini menyeret nama-nama kunci dalam elite politik Israel, serta mengungkap keterlibatan jaringan Mossad dan konsultan internasional.

Menurut laporan televisi rezim Israel, KAN, hasil investigasi yang dirilis oleh kantor kejaksaan menunjukkan bahwa dana dari Pemerintah Qatar dialirkan melalui perusahaan-perusahaan internasional, hingga akhirnya sampai ke pejabat Israel terpilih. Di antara mereka adalah Eliezer Feldstein (Juru Bicara Netanyahu), serta dua Penasihat senior, Jonathan Urich dan Srulik Einhorn.

Mengutip Anadolu Agency pada Minggu 11 Mei, dana tersebut ditransfer melalui jalur rumit yang melibatkan perusahaan-perusahaan bayangan dan figur strategis. Salah satu skema utama mencakup konsultan asal Amerika Serikat, Jay Potlik yang diduga bekerja untuk Pemerintah Qatar serta pengusaha Israel, Gil Birger. Dari jalur inilah, uang Qatar sampai ke tangan Feldstein.

Rute lainnya menunjukkan aliran dana dari Qatar kepada seorang pejabat Mossad, yang kemudian menyalurkan dana tersebut ke perusahaan Perception, milik Jonathan Urich. Transfer ini berlangsung dari 2022 hingga 2024, dengan tujuan awal diklaim untuk “memperbaiki citra Qatar” menjelang gelaran Piala Dunia 2022.

Namun, semakin jauh penyelidikan berlangsung, semakin jelas bahwa kampanye pencitraan hanyalah kedok bagi pendanaan politik Netanyahu. Bukti-bukti berupa rekening bank, catatan telepon, dan rekaman percakapan menjadi dasar kuat bagi pihak penyelidik untuk membuka kasus ini secara publik.

Dana Bayangan, Rezim Zionis, dan Tangan-Tangan Asing

“Qatar-gate” bukan sekadar skandal pencitraan. Laporan tersebut mengungkap bahwa jutaan Dolar AS dari Qatar kemungkinan besar digunakan untuk mendukung kampanye pemilihan Netanyahu, memperkuat posisinya di tengah krisis legitimasi yang melanda kepemimpinannya.

Sebagai respons, Netanyahu menempuh jalur hukum dan mengeklaim telah mengajukan gugatan terhadap pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan tersebut. Namun, langkah itu tampaknya tak cukup untuk membendung arus penyelidikan yang kini juga melibatkan Dinas Intelijen Domestik Israel, Shin Bet (Shabak).

Feldstein disebut menerima gaji dari perusahaan luar negeri untuk membangun citra positif Qatar, sedangkan Urich dan Einhorn diduga memberikan layanan konsultasi strategis demi kepentingan Doha.

Salah satu bukti paling mencolok adalah rekaman percakapan yang ditayangkan di televisi rezim Israel, di mana Gil Birger mengakui telah mentransfer dana kepada Feldstein, dan pengakuan itu pun dibenarkan oleh Feldstein sendiri.

Feldstein dan Urich resmi ditangkap pada 31 Maret 2024, sementara Netanyahu dipanggil oleh polisi pada hari yang sama dan digambarkan sebagai “saksi”.

Jejak Uang, Jejak Kolusi

Skandal ini tidak hanya membongkar aliran uang gelap yang melibatkan rezim Zionis dan mitra regionalnya, tetapi juga memperlihatkan bagaimana rezim apartheid Israel tak segan menjual kebijakan dan opini publiknya kepada penawar tertinggi, bahkan kepada negara yang secara formal tidak memiliki hubungan diplomatik.

Di balik jargon diplomasi dan normalisasi, terbentang sebuah realitas kelam: kekuasaan dibangun di atas jual beli pengaruh, dan uang asing menjadi bahan bakar bagi mesin propaganda rezim penjajah.

Tags: