Loading

Ketik untuk mencari

Irak Iran

Tak Goyah dengan Tekanan AS, Irak-Iran Tingkatkan Kerjasama Perdagangan Hingga 25 Miliar Dolar

Tak Goyah dengan Tekanan AS, Irak-Iran Tingkatkan Kerjasama Perdagangan Hingga $25 Miliar

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Irak sedang mengajukan rencana kerja sama dengan negara tetangganya, Iran, untuk meningkatkan perdagangan bilateral hingga 25 miliar Dolar per tahun.

Pada pekan in di Teheran, terjadi sebuah pertemuan yang dipimpin oleh Penasihat Perdana Menteri Irak, Hazem al-Khalidi dan Penjabat Menteri Ekonomi dan Keuangan Iran, Rahmatollah Akrami. Pertemuan tersebut membahas tentang finalisasi perjanjian mengenai jalur kereta api Shalamcheh–Basra, serta pembentukan zona perdagangan bebas dan industri di sepanjang area perbatasan.

“Penyelesaian jalur kereta api Basra-Shalamcheh dapat secara signifikan meningkatkan kapasitas perusahaan-perusahaan Iran untuk bekerja sama dengan mitra-mitra mereka di Irak,” ujar Rahmatollah Akrami.

Dengan dibangunnya jalur kereta api sepanjang 36 kilometer ini, diharapkan dapat menghubungkan kota Basra yang berada di selatan Irak dengan jaringan kereta api Iran, yang dapat meberikan fasilitas transportasi hingga tiga juta penumpang per tahun. Selain itu, jalur ini juga mendukung pengembangan pasar perbatasan dan kawasan industri, serta meningkatkan perdagangan yang dapat menghemat biaya transit mencapai 20 persen.

Kedua pihak juga sepakat untuk menindaklanjuti perumusan mekanisme penyelesaian hak keuangan Iran, serta pengakuan jaminan bank Iran bagi eksportir dan investor di Irak.

Selama bertahun-tahun, sanksi AS secara signifikan menghambat kemampuan Irak untuk menyelesaikan utang energi terhadap Iran. Presiden AS Donald Trump, secara konsisten menekan Irak untuk meminimalkan hubungan ekonomi dan diplomatiknya dengan Republik Islam tersebut.

Irak telah mendapatkan keringanan sanksi jangka pendek oleh pemerintah AS untuk memenuhi kebutuhan energinya dengan mengimpor listrik dari Iran. Beberapa minggu sebelumnya, pada tanggal 8 Maret 2025, Pemerintah AS sempat mencabut keringanan sanksi tersebut.

Iran merupakan pemasok utama gas alam bagi Irak, yang menyumbang sebanyak 45 persen dari konsumsi listrik harian negara tersebut yang mencapai 14.000 megawatt.

Tags: