Trump Kembali Mundur dari Ancamannya terhadap Iran
POROS PERLAWANAN – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sekali lagi mundur dari ancamannya di hadapan peringatan tegas dari Republik Islam Iran.
DIberitakan Fars, pada Rabu dini hari 6 Mei, Trump, yang kembali melontarkan klaim tak berdasar seperti yang pernah dilakukannya sebelumnya, mengumumkan penangguhan rencana militer di Selat Hormuz untuk mengawal kapal-kapal. Operasi militer ini dihentikan hanya sehari setelah rencana tersebut dimulai.
Dia mengumumkan penarikan ini di laman media sosialnya sebagai berikut: “Mengingat permintaan dari Pakistan dan negara-negara lain, keberhasilan militer signifikan yang kami raih dalam kampanye militer melawan Iran, dan fakta bahwa kemajuan besar telah dicapai menuju kesepakatan penuh dan final dengan perwakilan Iran, kami telah sepakat agar ‘Proyek Kebebasan’ (pergerakan kapal melalui Selat Hormuz) akan dihentikan sementara, dan di saat yang sama ‘blokade (Iran) tetap diberlakukan, untuk melihat apakah kami akhirnya dapat menyelesaikan dan menandatangani kesepakatan tersebut atau tidak.”
Pada Minggu malam lalu, Trump mengumumkan proyek barunya di Selat Hormuz, dengan menyatakan bahwa AS akan melancarkan operasi militer untuk mengevakuasi kapal-kapal komersial yang terjebak di Teluk Persia.
Gedung Putih mengeklaim bahwa operasi baru AS di Selat Hormuz, yang dijuluki ‘Operasi Kebebasan’, berbeda dari operasi militer yang dimulai di Iran pada Februari lalu dan bahwa keduanya dianggap sebagai dua operasi terpisah.
Republik Islam Iran telah secara tegas memperingatkan bahwa mereka akan menargetkan kapal perang mana pun yang mendekati Selat Hormuz, atau kapal sipil mana pun yang mencoba melewati rute selain yang ditetapkan oleh Teheran.
