Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

UEA Siap Bangun Jalur Pipa Minyak Alternatif, Iran Bakal Dapat ‘Mangsa Baru’

POROS PERLAWANAN – Upaya Abu Dhabi untuk membangun jalur pipa alternatif hanya akan berujung pada satu hal: menciptakan sasaran baru dalam daftar target serangan Iran.

Diberitakan Fars, surat kabar Inggris, Financial Times dalam laporan terbarunya mengonfirmasi, bahwa ADNOC (Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi) berencana membangun pipa baru yang bertujuan untuk menghindari Selat Hormuz. Pipa ini dimaksudkan untuk memfasilitasi ekspor bensin dan solar.

Menurut laporan tersebut, UEA saat ini memiliki pipa yang mengangkut minyak mentah dari Abu Dhabi ke pelabuhan Fujairah. Namun, kapasitasnya hanya satu setengah juta barel, yang merupakan angka sangat kecil.

Di balik berita ini, terdapat beberapa kesimpulan penting:

1. Negara-negara Arab, termasuk UEA, menyadari bahwa situasi di Selat Hormuz tidak akan sama seperti sebelum perang. Oleh karena itu, mereka mencari alternatif.

2. Proyek ini sangat memakan waktu. Berlanjutnya situasi saat ini akan mengganggu ekspor minyak dan produk minyak UEA.

3. Pembangunan pipa semacam itu memberikan Iran target yang nyata dan sepenuhnya sah untuk diserang dalam ketegangan di masa depan.

4. Inti dari masalah ini adalah bahwa upaya untuk menghindari jalur Selat Hormuz telah direncanakan selama bertahun-tahun, namun semuanya gagal. Selain fakta bahwa proyek semacam itu membutuhkan puluhan tahun, setiap rute pengalihan pada akhirnya akan mengalirkan energi ke Laut Merah, yang di situ Iran kembali memiliki keunggulan dalam mengendalikan negara-negara yang memusuhinya.

Dalam merangkum semua strategi yang diusulkan oleh negara-negara Arab dalam beberapa bulan terakhir, hanya satu opsi yang dianggap layak: menerima kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.