Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Washington Post Soroti Biaya Besar Agresivitas Netanyahu

POROS PERLAWANAN — The Washington Post dalam laporannya menilai kebijakan agresif yang dijalankan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah memperdalam isolasi internasional rezim Zionis dan menyeret Israel ke dalam krisis strategis yang semakin berat.

Menurut laporan yang dikutip Mehr News Agency pada Rabu, 27 Mei 2026, Netanyahu setelah peristiwa 7 Oktober disebut meninggalkan doktrin lama “deterrence terbatas” dan beralih menuju strategi agresif untuk membentuk ulang peta Timur Tengah melalui perang simultan di Gaza, Lebanon, Suriah, Yaman, serta konfrontasi langsung dengan Iran.

Washington Post menilai strategi tersebut justru membawa Israel menuju arah kegagalan strategis.

Dalam bagian lain laporannya, media Amerika itu menyebut Netanyahu gagal mencapai tujuan utama terhadap Iran, baik untuk menghancurkan program nuklir Teheran maupun mengubah struktur politik negara tersebut.

Laporan itu juga menyinggung penutupan Selat Hormuz akibat eskalasi perang yang dinilai mengancam keamanan energi global dan memperburuk stabilitas ekonomi internasional.

Washington Post turut menyoroti ketergantungan Israel yang semakin besar terhadap dukungan militer Amerika Serikat. Di saat bersamaan, popularitas Israel di tengah publik Amerika disebut berada pada titik terendah.

Untuk pertama kalinya, hasil jajak pendapat menunjukkan simpati masyarakat Amerika terhadap rakyat Palestina melampaui dukungan terhadap Israel. Perubahan itu disebut dipicu kemarahan publik atas besarnya korban sipil dan krisis kemanusiaan di Gaza.

Di bagian akhir, Washington Post menilai upaya Netanyahu membangun “keamanan absolut” melalui kekuatan militer justru menghasilkan dampak sebaliknya.

Strategi tersebut dinilai bukan hanya gagal memperkuat keamanan jangka panjang Israel, tetapi juga menguras sumber daya negara itu dan mendorongnya menuju isolasi global yang semakin dalam, bahkan di mata sekutu-sekutu strategisnya sendiri.

Tags: