Yedioth Ahronoth Akui Hamas Sulit Ditembus
POROS PERLAWANAN — Surat kabar berbahasa Ibrani Yedioth Ahronoth mengakui struktur Gerakan Hamas sulit ditembus oleh Rezim Zionis. Laporan tersebut menyoroti keterbatasan Intelijen Israel dalam menanam sumber daya manusia yang memiliki pengaruh di lingkungan para pemimpin Hamas.
Mengutip Kantor Berita Shahab pada Sabtu 31 Januari, analis Yedioth Ahronoth, Nadav Eyal menyatakan sejak Militer Israel menarik diri dari Jalur Gaza pada 2005, Dinas Keamanan Dalam Negeri Israel, Shin Bet tidak memiliki agen penting setingkat komandan Hamas, baik di sayap militer maupun politik.
“Sejak penarikan diri dari Gaza pada 2005, Shin Bet tidak memiliki agen penting atau berpengaruh setingkat komandan Hamas, baik di ranah militer maupun politik”, tulis laporan tersebut.
Laporan itu menyebut kondisi tersebut sebagai realitas yang mengkhawatirkan, sekaligus mencerminkan rangkaian kegagalan Israel dalam membaca dan menembus struktur Hamas.
“Ini kenyataan yang menakutkan yang mencerminkan banyak kegagalan”, tulis laporan itu.
Yedioth Ahronoth juga menilai Hamas merupakan tantangan intelijen paling sulit di Timur Tengah. Organisasi itu digambarkan sebagai Gerakan yang tertutup, rahasia, disiplin, dan ideologis. Dalam konteks ini, Militer Israel dan Shin Bet dinilai meremehkan kemampuan Palestina untuk menciptakan kejutan strategis.
Selain itu, laporan tersebut menekankan Hamas telah berulang kali menunjukkan kemampuan melancarkan serangan mendadak dan tembakan roket. Namun, skala dan tujuan operasi terbaru dinilai lebih dalam serta memiliki dampak strategis yang lebih luas.
Yedioth Ahronoth menyebut perbedaan utama operasi tersebut dibanding operasi sebelumnya terletak pada skala, kekuatan, dan tujuan yang dirancang. Operasi itu disebut sebagai langkah strategis yang luas, mendalam, dan mengejutkan.
