Yedioth Ahronoth: Trump Tekan Israel Setujui Gencatan Senjata Lebanon demi Negosiasi Iran
POROS PERLAWANAN — Media Israel Yedioth Ahronoth pada Jumat 17 April melaporkan pengakuan sumber internal Rezim Israel soal gencatan senjata di Lebanon yang disebut terjadi akibat tekanan langsung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga kelangsungan negosiasi dengan Iran dan mencegah eskalasi konflik baru.
Mengutip laporan Al Manar, dorongan utama datang dari lingkaran kebijakan yang melibatkan Jared Kushner dan Steve Witkoff. Keduanya disebut menekan Gedung Putih agar menghentikan operasi militer Israel di Lebanon.
“Harus diakui, gencatan senjata di Lebanon bukan keputusan mandiri Israel. Itu hasil tekanan. Kelompok Kushner dan Witkoff mendesak Trump menghentikan perang agar tidak mengganggu negosiasi dengan Iran dan mencegah konflik meluas,” kata sumber tersebut.
Sumber yang sama menilai kesepakatan permanen sulit dicapai dalam kondisi saat ini. Opsi yang dipilih adalah penghentian sementara yang pada dasarnya mengulang pola kesepakatan November 2024, yang sebelumnya dilanggar pihak Israel.
Kekhawatiran atas minimnya komitmen Israel untuk mengakhiri perang turut memperkuat tekanan dari Washington. Intervensi politik itu ditujukan untuk mengendalikan eskalasi militer dan menjaga stabilitas Kawasan.
Kebijakan ini mencerminkan prioritas strategis Amerika Serikat yang menempatkan negosiasi dengan Iran sebagai agenda utama, melampaui kepentingan kelanjutan operasi militer di Lebanon.
