93 Anggota Kongres AS Desak Penutupan ‘Yayasan Amal Gaza’ yang Ternyata Berubah jadi ‘Jebakan Maut’
POROS PERLAWANAN — Sebanyak 93 anggota Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat AS menyerukan penutupan segera “Yayasan Amal Gaza” (Gaza Humanitarian Foundation/GHF), lembaga distribusi bantuan yang dikelola bersama oleh Amerika Serikat dan Israel. Mereka menilai yayasan tersebut bukan hanya tidak kompeten, melainkan juga telah menjadi instrumen mematikan bagi warga sipil Palestina.
Menurut laporan Tasnim News Agency pada Kamis 31 Juli, dalam surat yang dikirimkan kepada Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, para anggota parlemen menuntut investigasi menyeluruh terhadap struktur, pendanaan, dan operasi GHF. Mereka menyoroti bahwa yayasan tersebut tidak memiliki pengalaman aksi kemanusiaan yang memadai dan telah melanggar prinsip-prinsip dasar penyaluran bantuan.
1.200 Warga Gugur Saat Mengantre Bantuan
Yayasan ini, yang konon bertujuan menyediakan bantuan untuk penduduk Gaza, justru telah menyebabkan kematian sedikitnya 1.239 warga Palestina dan melukai lebih dari 8.000 orang. Laporan Kementerian Kesehatan Gaza menyebut bahwa sebagian besar korban gugur akibat tembakan pasukan Zionis dan Amerika saat warga mengantre bantuan di titik distribusi.
Organisasi-organisasi internasional bahkan menjuluki GHF sebagai “jebakan maut” yang secara sistematis digunakan untuk menjebak, mengontrol, dan menumpas penduduk sipil yang kelaparan.
Desakan Kembali ke Mekanisme PBB
Para legislator AS juga menyoroti alokasi dana sebesar 30 juta Dolar AS yang digunakan untuk membiayai GHF, dan menuntut transparansi penuh atas kontrak, jalur distribusi, serta keterlibatan militer dalam operasional yayasan tersebut. Mereka mengecam keras digunakannya empat lokasi distribusi berbasis militer, yang dibandingkan dengan lebih dari 400 titik distribusi PBB, dianggap sangat tidak memadai dan berbahaya.
Dalam surat tersebut ditegaskan bahwa penyediaan bantuan yang aman dan efektif kepada rakyat Palestina bukan hanya kewajiban kemanusiaan, melainkan juga merupakan elemen penting bagi keamanan nasional AS dan stabilitas regional.
GHF: Instrumen Penindasan Berkedok Bantuan
Sejak GHF mengambil alih tugas distribusi bantuan dari PBB, kekerasan terhadap warga sipil meningkat tajam. Sementara itu, gambar dan laporan dari lapangan menunjukkan betapa warga Gaza dipaksa memilih antara kelaparan dan risiko mati ditembak saat mengambil bantuan makanan.
Surat 93 anggota Kongres Demokrat ini menunjukkan retaknya konsensus internal AS mengenai peran negara tersebut dalam genosida yang sedang berlangsung di Gaza. Meski terlambat, tekanan terhadap lembaga seperti GHF menjadi pengakuan tersirat atas kegagalan kebijakan bantuan kemanusiaan yang telah disandera oleh kepentingan militer-politik Washington dan Tel Aviv.
