Bantah Macron, Sekjen Partai Maroko: Hamas Gerakan Kemerdekaan yang Perangi Barbarisme Israel
POROS PERLAWANAN– Sekjen Partai Keadilan dan Pembangunan Maroko, Abdollah Ben Karan menulis surat terbuka kepada Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Dilansir al-Alam. Ban Karan menulis surat tersebut untuk menanggapi statemen Macron di Parlemen Maroko pada Selasa lalu. Macron dalam statemennya menyebut Perlawanan Palestina “brutal.”
“Kami ingatkan bahwa Maroko dan rakyat Maroko selalu peduli terhadap isu Palestina, sama seperti kepedulian mereka terhadap isu Gurun Maroko. Hal ini telah ditegaskan berulang kali oleh Raja Mohammad VI,” tulis Ben Karan dalam suratnya.
“Sehubungan dengan ini, kami ingin mengungkap keheranan besar kami terkait isi pidato Anda tentang perang mematikan Israel atas Gaza. Terutama statemen Anda yang menyebut peristiwa 7 Oktober 2023 sebagai ‘serangan brutal’ yang dilakukan Hamas terhadap Israel dan warganya. Anda menyatakan bahwa Israel berhak membela warganya dari ancaman semacam ini.”
“Gerakan Kemerdekaan Nasional di Maroko, Pasukan Liberal di Prancis, Front Kemerdekaan Nasional di Aljazair, dan berbagai gerakan kemerdekaan lain di dunia, memandang Hamas sebagai sebuah gerakan perlawanan. Mereka mengakui hak absah Hamas untuk membela Tanah Airnya sesuai hukum internasional.”
“Hamas dan seluruh faksi Perlawanan Palestina hanya memerangi kolonialisme, pendudukan, pembersihan etnis, penindasan, genosida atas rakyat Palestina, dan kebiadaban Israel sejak 76 tahun lalu hingga saat ini.”
Macron melawat ke Maroko pada Senin 28 Oktober lalu. Tujuan lawatan itu adalah memperkuat hubungan yang merenggang selama 3 tahun terakhir. Macron bertemu dengan para pejabat Maroko dan berdialog tentang sejumlah isu, seperti kemitraan dagang dan masalah imigrasi.
Saat berpidato di Parlemen, Macron menyebut Perlawanan Palestina sebagai “orang-orang brutal.”
Faksi-faksi lokal antinormalisasi dengan Israel mengumumkan, Presiden Prancis tidak disambut di Maroko lantaran dukungannya untuk Rezim Zionis.
