Pesan Dewan Tertinggi Islam Syiah Lebanon: Waspadai Provokasi dan Taktik Pecah-Belah Pihak Penjajah
POROS PERLAWANAN – Dewan Tertinggi Islam Syiah Lebanon, melalui Dewan Syariah dan Eksekutifnya, menekankan peran vital Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri dalam diplomasi intensif yang bertujuan untuk menghentikan agresi Israel di perbatasan, demikian mengutip laporan Al-Mayadeen pada Kamis 31 Oktober. Dalam pernyataan resmi yang dirilis usai pertemuan darurat, Dewan tersebut menegaskan bahwa “prioritas utama saat ini adalah menghentikan agresi.”.
Pernyataan Dewan Tertinggi Islam Syiah ini juga mencakup peringatan keras terhadap upaya provokatif pihak penjajah yang dinilai bertujuan menciptakan perpecahan di antara berbagai kelompok masyarakat Lebanon. Dewan menggarisbawahi perlunya waspada terhadap taktik-taktik pemecah belah ini yang dapat merusak stabilitas sosial Lebanon.
Selain itu, Dewan menyampaikan apresiasi mendalam atas sikap solidaritas dari berbagai pemimpin spiritual Lebanon yang bersatu dalam pertemuan puncak di Bkerke, yang memperlihatkan persatuan nasional menghadapi ancaman eksternal.
Dalam pernyataan yang sama, Dewan menegaskan kembali bahwa “prioritas utama saat ini adalah menghentikan segala bentuk agresi terhadap Lebanon”.
Dewan juga menegaskan bahwa situasi pengungsian yang terjadi adalah kondisi sementara dan meminta Pemerintah menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh komitmen untuk memastikan kesejahteraan para pengungsi yang terdampak.
Sebagai penutup, Dewan menyerukan kepada semua otoritas agama di dunia untuk angkat suara dalam mendukung hak-hak rakyat Palestina dan Lebanon, mengajak para pemimpin agama untuk berdiri bersama dalam memperjuangkan keadilan dan perdamaian bagi kedua negara yang kini tengah menghadapi tekanan besar.
