Hamas: AS Hanya Kehendaki Gencatan Senjata Semu di Gaza Demi Kepentingan Politis Sesaat
POROS PERLAWANAN– Salah seorang petinggi Hamas, Sami Abu Zuhri pada Jumat 2 November menyatakan, Rezim Zionis hanya ingin membebaskan para tawanannya dan setelah itu akan kembali membombardir Gaza.
Diberitakan Fars, Abu Zuhri menegaskan bahwa Hamas takkan menerima sesuatu semacam itu. Ia mengatakan,”Proposal yang diajukan saat ini hanya gencatan senjata beberapa hari. Sebagai imbalannya, beberapa tawanan Israel harus dibebaskan.”
Ia menambahkan, AS hanya menghendaki gencatan senjata semu lahiriah. Gencatan senjata semacam ini sama sekali tidak berkaitan dengan kesepakatan serius untuk mengakhiri perang sepenuhnya.
Para pakar menegaskan, Pemerintahan Joe Biden saat ini menyerukan gencatan senjata di Gaza dan Lebanon hanya karena motif-motif politis, mengingat Pilpres AS yang sudah semakin dekat.
“Kami berupaya mengehentikan pembantaian terhadap bangsa kami. Apa yang diajukan dalam proposal ini tidak mewujudkan tuntutan-tuntutan rakyat kami,” kata Abu Zuhri kepada al-Jazeera.
“Hamas tidak pernah mengabaikan perundingan yang bersungguh-sungguh mencari solusi untuk masalah ini. Tujuan kami adalah hengkangnya pasukan Israel, kesepakatan pertukaran tawanan yang adil, dan kepulangan para pengungsi.”
“Dengan masih berlanjutnya pembantaian atas bangsa Palestina, kami tidak bisa membebaskan para tawanan Israel. Kami telah memberi tahu para mediator bahwa pembantaian yang dilakukan Israel terus meningkat. Rezim Zionis berusaha menyingkirkan media-media.”
“Kami meyakini bahwa Rezim Zionis hingga saat ini tidak siap untuk membuat kesepakatan. Perlawanan Palestina tangguh dan tiap hari mendatangkan kerugian besar kepada Israel. Perundingan-perundingan tidak mendapatkan kemajuan, karena memang Israel tidak siap untuk menjalin kesepakatan,” tegas Abu Zuhri.
