Haaretz: Netanyahu Sebut Hizbullah Sudah ‘Habis’, Padahal 1 Drone Lebanon Saja Gagal Dicegat 15 Jet Israel
POROS PERLAWANAN – Harian elektronik Rai al-Youm melaporkan bahwa kawasan utara Israel, mulai dari Haifa hingga perbatasan Lebanon, telah menjadi kawasan hantu lantaran terus digempur rudal dan drone Hizbullah tiap hari.
“Kendati Rezim Israel melancarkan perang darat ke selatan Lebanon, kehidupan di utara Tanah Pendudukan nyaris mandek. Jalanan lengang dan suara sirene tanda bahaya menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari penduduk permukiman-permukiman Zionis,” tulis Rai al-Youm.
“Harian Haaretz menjabarkan dalamnya krisis di Israel dengan mengutip pernyataan dari sumber-sumber keamanan-militer. Haaretz menulis,’15 pesawat Angkatan Udara Israel selama setengah jam mengejar sebuah drone Hizbullah, yang telah membuat seluruh penduduk di berbagai permukiman di utara lari ketakutan ke bungker. Namun upaya itu gagal. Padahal Benyamin Netanyahu dan Yoav Gallant siang malam mengumumkan bahwa Hizbullah sudah dilenyapkan.’”
“Para petinggi Haifa mengungkapkan ketakutan mereka terhadap rudal dan drone Hizbullah yang terus menerus menghantui kota tersebut. Media-media Ibrani melaporkan, Hizbullah akan melaksanakan ancamannya dengan membuat Haifa bernasib sama seperti Kiryat Shmona. Rudal-rudal Hizbullah bakal menghujani Haifa dan mengirim penduduknya ke bungker-bungker.”
“Situs Walla melaporkan, kecepatan pengeboman Haifa oleh Hizbullah terus meningkat. Para penduduk Haifa khawatir, hal terburuk masih menantikan mereka, sebab mereka selalu memperingatkan tentang ‘hal-hal yang masih tidak diketahui.’”
“Wali Kota Haifa dalam wawancara dengan Walla mengatakan,’Perasaan pesimisme begitu pekat di jalanan Israel. Segalanya kosong. Lalu lintas lengang. Tidak ada perdagangan dalam level yang kita kenal sebelum ini. Warga takut keluar rumah. Hotel-hotel kecil juga di ambang kebangkrutan.’”
“Mengutip dari pejabat lain Haifa, Walla menyatakan bahwa kota tersebut berubah menjadi ‘kota rudal-rudal nonstop.’ Seluruh tempat di kota itu hening dan para penduduknya putus asa dan frustasi. Aktivitas ekonomi di pesisir pelabuhan Haifa mandek. Para warga mencari-cari alternatif seiring meningkatnya tren imigrasi ke luar Israel.”
