Peretas Handala Sebar Foto-Foto Detail Pusat Nuklir Israel di Negev
POROS PERLAWANAN – Kelompok peretas yang dikenal sebagai Handala baru saja merilis serangkaian foto yang mengungkap detail Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres di Negev, Israel. Foto-foto tersebut memperlihatkan elemen-elemen infrastruktur seperti ruangan, blok, pipa, dan tangki yang berada di dalam fasilitas yang sering menjadi sorotan dunia internasional.
Dalam sebuah pernyataan yang menyertai publikasi gambar, kelompok peretas itu memperingatkan, “Kami bahkan tahu ruangan, blok, pipa, dan tangki mana yang harus kami ledakkan untuk memberikan dampak terbesar kepada kalian! Bermain dengan api memiliki konsekuensi serius! Hari-hari sulit sedang menanti kalian dan penduduk wilayah Pendudukan! Tunggu saja…”
Kelompok ini juga menambahkan sindiran yang menyatakan, “Ngomong-ngomong, apakah kalian menyukai buket bunga yang kami kirim ke rumah para ilmuwan yang bekerja di pusat itu?”
Siapa Kelompok Handala?
Handala Hacker Group mengambil namanya dari karakter simbolik Palestina yang diciptakan oleh kartunis politik Naji al-Ali pada 1969. Handala, yang digambarkan sebagai seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang memunggungi dunia, melambangkan keteguhan dan perlawanan Palestina terhadap solusi yang dipaksakan. Nama ini berasal dari “Hanzal”, sebutan untuk tanaman pahit yang melambangkan ketahanan.
Kelompok ini membangun kehadiran online yang mencolok, dengan saluran utama di Telegram yang diikuti lebih dari 3.500 pelanggan sejak Desember 2023, serta akun Twitter dan situs web baru, handala[.]to, yang diluncurkan pada Mei 2024. Handala dikenal melakukan serangan siber terhadap Israel, menargetkan infrastruktur penting dengan kampanye canggih, termasuk phishing, ransomware, dan perusakan situs web.
Sejak didirikan, Handala kerap mengaitkan aktivitasnya dengan Perlawanan Palestina, khususnya serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Kelompok ini pernah menyebut diri sebagai “pejuang kecil” Hamas, meskipun referensi semacam itu hanya muncul sekali. Hubungan dengan Iran juga tidak dapat diabaikan, dengan laporan dari “The Cyber Express” yang menunjukkan lalu lintas jaringan awal dari domain web mereka berasal dari alamat IP Iran.
Selain itu, Handala kerap beroperasi selaras dengan kepentingan geopolitik Iran. Beberapa serangan mereka mengincar target spesifik di Israel, dan mereka diduga memiliki hubungan atau dukungan finansial untuk serangan siber terkait.
Cyberint menggambarkan metode operasi Handala sebagai sangat terorganisasi dan destruktif, mencakup phishing, ransomware, serta upaya merusak data penting. Kelompok ini juga mengeklaim bertanggung jawab atas peretasan data sejumlah politisi Israel, seperti Gabi Ashkenazi, Benny Gantz, dan Ehud Barak, meskipun bukti yang dipaparkan kadang-kadang dipertanyakan.
Salah satu pendiri Distributed Denial of Secrets, Emma Best menyebutkan bahwa sebagian besar data yang dirilis oleh Handala kerap kali didaur ulang dan kemungkinan terkait dengan intelijen Iran.
Handala kini menjadi ancaman nyata bagi keamanan siber Israel, memaksa otoritas untuk terus waspada. Kelompok ini menantang Direktorat Siber Nasional Israel dengan klaim-klaim serangan yang kerap disertai bukti kuat, menjaga reputasi mereka sebagai salah satu ancaman siber paling menonjol di wilayah tersebut.









