Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Munculnya Kebangkitan Gerakan Pro-Palestina di Belanda dari Dunia Sepak Bola

POROS PERLAWANAN – Kota Amsterdam, Belanda diguncang kerusuhan pada Kamis malam 7 November, ketika para pendukung klub sepak bola Israel, Maccabi Tel Aviv, memasuki kota itu dengan aksi provokatif. Para penggemar Maccabi terlihat merobek bendera Palestina dan meneriakkan slogan-slogan anti Palestina yang memancing ketegangan. Insiden ini, yang terjadi baik sebelum maupun setelah pertandingan Maccabi melawan Ajax, memicu gelombang kemarahan dari publik Belanda.

Beberapa saksi melaporkan bahwa para penggemar kesebelasan Israel terlibat bentrok dengan warga sekitar, merusak fasilitas umum, dan membakar bendera Palestina. Video yang tersebar di media sosial menunjukkan para penggemar Maccabi tak hanya merusak properti, tetapi juga menyerang seorang pengemudi taksi setempat dan bahkan terlibat bentrokan dengan polisi.

Editor media The Grayzone News, Max Blumenthal mengomentari insiden tersebut di media sosial. “Banyak video memperlihatkan perusuh sepak bola Israel merusak properti di Amsterdam, menyerang polisi dan warga sipil, serta merobek bendera Palestina. Kini mereka bersikap seolah-olah menjadi korban dan menunggu penerbangan pulang kembali ke wilayah Pendudukan,” ujar Blumenthal.

Jurnalis olahraga, Leyla Hamed juga menyoroti aksi provokatif para pendukung Maccabi. “Perusuh dari klub Israel Maccabi Tel Aviv berbaris di jalan-jalan Amsterdam, mencuri bendera Palestina dari rumah-rumah, bahkan membakarnya,” ujar Hamed.

Sejumlah media Barat yang kerap mendukung Israel justru memberitakan seolah-olah para penggemar Israel adalah korban serangan, meski bukti menunjukkan bahwa kerusuhan tersebut dipicu oleh aksi provokatif mereka.

Setelah gelombang kekerasan ini, pejabat Israel menyebut insiden tersebut sebagai “kekerasan terhadap warga negara Israel”. Perdana Menteri Benyamin Netanyahu di akun media sosialnya mengutuk kejadian ini dan menyebutnya sebagai “insiden brutal terhadap warga negara Israel di Amsterdam”.

Jejak Kelam Maccabi Tel Aviv dan Dukungan terhadap Kebijakan Israel

Maccabi Tel Aviv adalah salah satu klub sepak bola terbesar di Israel yang kerap didukung secara finansial dan politik oleh rezim Israel. Klub ini sering digunakan sebagai sarana propaganda yang mendukung narasi rezim Israel, membenarkan aksi pendudukan dan penindasan terhadap rakyat Palestina. Beberapa tokoh dari klub ini secara terbuka menyatakan dukungan terhadap kebijakan Israel, sehingga dianggap turut membantu legitimasi pendudukan di wilayah Palestina.

Menurut survei di Eropa, meningkatnya sentimen anti-Yahudi kerap dikaitkan dengan kebijakan Israel. Namun, banyak pihak menilai bahwa gelombang protes ini lebih mewakili penolakan terhadap kebijakan represif Israel daripada bentuk kebencian berbasis rasial.

Bentrokan di Amsterdam ini menjadi bukti nyata bahwa dukungan masyarakat Eropa untuk hak-hak rakyat Palestina semakin kuat, dan mereka kian vokal dalam menolak kebijakan Pendudukan Israel.

Sejarah Ketegangan Suporter Maccabi Tel Aviv di Eropa

Insiden di Amsterdam bukanlah kali pertama suporter Maccabi Tel Aviv terlibat dalam bentrokan dengan kelompok pro-Palestina di Eropa. Pada 2015, pertandingan Liga Champions antara Maccabi Tel Aviv dan Chelsea di London juga diwarnai oleh kekerasan, yang menyebabkan sejumlah penangkapan oleh pihak kepolisian. Insiden serupa sering kali terjadi di negara-negara Eropa lainnya, terutama karena simbolisme klub ini yang dianggap mendukung kebijakan agresif Israel.

Bentrokan di Amsterdam adalah salah satu dari rangkaian ketegangan yang menunjukkan gesekan antara suporter Maccabi Tel Aviv dan kelompok pro-Palestina di luar Israel. Fenomena ini memperlihatkan protes publik Eropa terhadap sikap Maccabi yang dianggap secara terang-terangan mendukung kebijakan tidak adil Israel, sekaligus menggarisbawahi pentingnya perhatian komunitas internasional terhadap hak-hak rakyat Palestina.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *