Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Eizenkot Kritik Netanyahu: Dia Sudah Hilang Keseimbangan

Eizenkot Kritik Netanyahu: Dia Sudah Hilang Keseimbangan

POROS PERLAWANAN– Mantan Kepala Staf Umum Militer Israel, Gadi Eizenkot mengatakan kepada Kanal 12 Israel bahwa pemecatan Yoav Gallant adalah kelanjutan tren yang di situ tindakan-tindakan Netanyahu dipengaruhi oleh pertimbangan-pertimbangan dangkal kepartaian.

Diberitakan al-Alam, Eizenkot adalah anggota Knesset dari Partai Ketahanan Israel. Dia merupakan Pengawas Tinggi di Dewan Perang Israel selama 8 bulan pertama perang Gaza.

Lima bulan lalu, Partai Ketahanan Israel keluar dari Aliansi Netanyahu lantaran kegagalan PM Israel dalam menyusun sebuah rencana jelas untuk perang. Partai ini memperingatkan para anggota lain Kabinet Aliansi bahwa kepentingan-kepentingan politis Netanyahu memengaruhi kebijakan-kebijakan Kabinet Israel.

Menurut Eizenkot, sejak dia dan Pemimpin partainya, Benny Gantz, bergabung dengan Kabinet Darurat Israel pada 11 Oktober 2023 silam, dalam rentang waktu ini dia menyaksikan kekacauan akut di Kabinet Netanyahu.

“Netanyahu telah kehilangan keseimbangannya. Dia tunduk kepada keinginan partai-partai sayap kanan radikal agar tidak mengakhiri perang di Gaza. Para Menteri dari Partai Ketahanan Israel sampai berkesimpulan bahwa mereka tidak bisa melanjutkan lagi. Mereka semua memutuskan untuk meninggalkan Kabinet pada Juni.”

Dia lalu mengungkit berbagai investigasi terkait tuduhan pelanggaran di kantor Netanyahu. Di antaranya adalah pencurian dokumen-dokumen rahasia Militer Israel oleh asistennya dan kemungkinan pengubahan protokol resmi rapat saat perang oleh asisten lainnya.

“Saya tidak heran dengan kasus-kasus semacam ini. Sebab mereka adalah orang-orang yang bertindak berdasarkan perilaku tidak pantas dan konspirasi. Di antaranya adalah tim Netanyahu memberikan informasi keliru kepada media. Suatu hari, saya rapat bersama Gallant, Gantz, dan Netanyahu. Saya tahu persis apa yang dibicarakan dalam rapat tersebut. Namun esok harinya, sebagian media mengabarkan kebalikan dari isi rapat tersebut.”

“Kita masih memiliki 101 tawanan di Gaza. Sebagai Perdana Menteri, Netanyahu menghindari tanggung jawab dalam masalah ini. Apa yang bisa katakan adalah bahwa selama berada di Kabinet sekarang, saya melihat kebijakan-kebijakan yang tidak dibuat demi kepentingan Israel, tapi demi kepentingan kelompok serta dipengaruhi pertimbangan pribadi dan politis.”

Saat ditanya apakah hal ini akan menghalangi terwujudnya kesepakatan mengakhiri perang di Gaza, Eizenkot menjawab,”Jelas bahwa pertimbangan-pertimbangan politis sangat berpengaruh. Netanyahu tahu bahwa jika tawanan Palestina dibebaskan sebagai imbalan pembebasan tawanan Israel, dan jika Militer keluar dari Gaza, hal ini akan meruntuhkan aliansinya dengan para Menteri radikal sayap kanan, yaitu Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *