Kekacauan di Utara Palestina: Serangan Rudal Hizbullah Lumpuhkan Haifa
POROS PERLAWANAN – Pusat penelitian dan sejumlah pengamat Zionis menyebut situasi di front utara Palestina Pendudukan semakin mengkhawatirkan di tengah intensifikasi serangan Hizbullah. Mereka menyatakan bahwa Hizbullah kini “mengatur waktu tidur warga Israel”, karena setiap pagi Israel dikejutkan oleh suara sirene peringatan.
Berdasarkan laporan dari Kantor Berita Tasnimnews pada Selasa 12 November, aksi militer Hizbullah yang terus meluas di utara Palestina Pendudukan telah mencapai wilayah pusat, berdampak signifikan pada kota Haifa.
Pada Selasa ini, Wali Kota Haifa, Yona Yahav menyatakan kekhawatiran yang mendalam terhadap serangan berat yang terus mengguncang kota tersebut. Ia mengungkapkan Haifa mengalami dampak ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat serangan-serangan ini.
Kehidupan di Haifa “Mati Total”
Wali Kota Yahav menegaskan bahwa kehidupan di Haifa benar-benar lumpuh. “Semua aktivitas terhenti, jalan-jalan kosong, dan toko-toko tutup,” ujarnya.
Yahav juga memperingatkan militer Israel, jika Haifa terus melemah secara ekonomi, dampaknya akan meluas ke seluruh Israel. Menurutnya, kekuatan Israel akan terjaga hanya jika front utara mereka tetap kuat.
Sementara itu, sebuah pusat penelitian ternama di Israel mengeluarkan laporan terkait intensitas dan kualitas serangan Hizbullah sepanjang bulan lalu. Laporan tersebut menyebutkan bahwa serangan Hizbullah kini telah menyasar wilayah yang lebih dalam di Israel, dengan drone-drone Hizbullah menjadi kartu truf yang menguntungkan Kelompok Perlawanan tersebut.
Dalam laporan terbaru dari Pusat Penelitian Alma Israel, frekuensi serangan Hizbullah meningkat hingga empat kali lipat dalam satu bulan terakhir. Hizbullah telah menargetkan hampir semua wilayah perbatasan Israel (Palestina Pendudukan) dan kini memperluas serangannya ke area yang lebih dalam.
