Komandan IRGC: Operasi True Promise III akan Menyakitkan
POROS PERLAWANAN – Komandan Pasukan Pengawal Revolusi Islam (IRGC), Mayor Jenderal Hussein Salami memperbarui janji Iran untuk membalas agresi Israel bulan lalu. Ia menegaskan bahwa rezim penjajah Israel akan menerima “serangan yang menyakitkan”.
Dalam pidatonya di hadapan pasukan IRGC saat latihan keamanan tempur di Tehran pada Kamis 14 November, Salami menyatakan, “Kalian akan menerima serangan yang menyakitkan. Tunggu pembalasannya.”
Sebagai penghormatan atas syahidnya pemimpin besar Perlawanan Lebanon, latihan IRGC tersebut diberi nama “Nasrallah”.
Mayor Jenderal Salami juga menegaskan kembali komitmen Iran untuk membela umat Muslim melawan rezim Israel: “Kami akan berjuang tanpa henti dan tidak akan membiarkan kalian menentukan nasib umat Muslim.”
Ia menyoroti penderitaan berkelanjutan akibat tindakan perang Israel yang menghancurkan rumah-rumah dan komunitas, seraya mengingatkan, “Sejarah menunjukkan umat Muslim tidak akan pernah menyerah.”
Konfrontasi Bersejarah
Salami menekankan bahwa konfrontasi besar dan bersejarah sedang berlangsung. Para pejuang Perlawanan di kawasan ini berusaha membalas serangan terhadap pemimpin dan pemuda mereka. Ia mencatat bahwa para pejuang ini tetap teguh dan bersatu, memberikan pukulan besar kepada musuh setiap hari.
Menanggapi pembunuhan tokoh-tokoh kunci Perlawanan oleh Israel, termasuk Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyid Hasan Nasrallah, dan Komandan IRGC Abbas Nilforoushan, Iran meluncurkan serangan balik besar pada 1 Oktober. Sebanyak 200 rudal balistik ditembakkan ke instalasi militer dan intelijen rezim Israel di wilayah Pendudukan.
Operasi yang disebut True Promise II ini menandai serangan langsung kedua Iran terhadap posisi Israel di wilayah Pendudukan, setelah operasi serupa pada April.
Pada dini hari 26 Oktober, jet tempur Israel meluncurkan beberapa rudal udara-ke-darat ke posisi militer Iran melalui wilayah udara Irak yang disediakan oleh Amerika Serikat. Namun, menurut laporan, pesawat-pesawat tersebut gagal menembus wilayah Iran, hanya menyebabkan kerusakan terbatas pada instalasi radar tertentu, serta menewaskan lima orang, termasuk empat personel pertahanan udara Angkatan Darat Iran dan satu warga sipil.
‘Pembalasan Menghancurkan’
Pada Kamis, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi, Panglima Angkatan Darat Iran, bertemu dengan keluarga salah satu syahid.
Mousavi memuji keberanian empat prajurit yang mengorbankan nyawa mereka untuk mempertahankan wilayah udara Iran, seraya menegaskan bahwa pengorbanan mereka luar biasa karena perjuangan mereka melawan “orang-orang terburuk di bumi”.
“Kami yang menentukan waktu dan cara respons kami, dan kami tidak akan ragu,” tegas Mousavi. Ia menambahkan, “Pembalasan kami akan menghancurkan.”
Pada kesempatan lain, mantan Kepala IRGC yang kini menjadi Anggota Dewan Kemanfaatan Iran, Muhsen Rezai mengungkapkan bahwa Iran sedang mempersiapkan serangan langsung terhadap Israel untuk ketiga kalinya pada tahun ini.
“Kami sedang bersiap untuk melaksanakan Operasi True Promise III,” ujarnya dalam sebuah upacara peringatan.
