Tanggapi Resolusi IAEA yang ‘Tidak Adil’, Iran Tingkatkan Kapasitas Pengayaan Uraniumnya secara Signifikan
POROS PERLAWANAN – Iran memutuskan untuk mengaktifkan sentrifugal canggih baru sebagai respons terhadap resolusi Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang mengecam Tehran, meskipun Tehran telah menawarkan konsesi baru.
Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) dan Kementerian Luar Negeri Iran merilis pernyataan bersama pada Jumat 22 November yang mengkritik resolusi IAEA sebagai langkah yang dipengaruhi politik, tidak realistis, dan tidak adil.
Pernyataan itu menyebutkan bahwa sejumlah besar sentrifugal canggih akan diterapkan sebagai respons terhadap langkah yang tidak konstruktif ini.
Resolusi yang disahkan oleh Dewan Gubernur IAEA dengan suara 19 berbanding 3 dan 12 abstain, menuduh Iran kurang melakukan kerja sama dan meminta laporan komprehensif tentang kegiatan nuklirnya pada musim semi 2025.
Pernyataan itu menambahkan bahwa meskipun Iran akan mempercepat program nuklirnya, Tehran tetap akan menjaga kerja sama teknis dengan IAEA berdasarkan kesepakatan yang telah ada.
Mengenai kunjungan Kepala IAEA, Rafael Grossi, ke Iran, pernyataan tersebut menjelaskan bahwa pertemuannya dengan pejabat senior Iran serta kunjungannya ke fasilitas nuklir Fordow dan Natanz menunjukkan dasar yang kuat untuk peningkatan kolaborasi antara Iran dan Badan Nuklir tersebut.
Tehran juga menyebut bahwa Inggris, Prancis, Jerman, dan AS mengedepankan agenda politik di balik masalah nuklir, terutama mengingat kegagalan mereka dalam menegakkan perjanjian seperti Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).
JCPOA yang ditandatangani pada 2015 antara Iran dan negara-negara P5+1, membatasi kegiatan nuklir Iran sebagai imbalan atas penghapusan sanksi Barat. Namun, perjanjian itu runtuh pada 2018 setelah Presiden AS, Donald Trump menarik diri dari kesepakatan dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran.
Peningkatan Signifikan Kapasitas Pengayaan Uranium
Dalam wawancara televisi pada Jumat, Jubir AEOI, Behrouz Kamalvandi mengonfirmasi implementasi segera “tindakan kompensasi”, termasuk peningkatan besar-besaran dalam kapasitas pengayaan uranium serta percepatan pengembangan teknologi sentrifugal canggih.
“Kami akan meningkatkan kapasitas pengayaan kami secara signifikan, menerapkan berbagai mesin canggih, dan mempercepat riset serta pengembangan industri untuk setiap mesin,” tambahnya.
Tehran dilaporkan sempat menyepakati untuk tidak memperluas stok uranium yang diperkaya hingga 60% selama kunjungan Grossi. Namun Kamalvandi menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak lagi berlaku, karena Iran hanya menerima tawaran itu dengan syarat IAEA tidak mengeluarkan kecaman terhadap Tehran.
