Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Teknik Spionase Israel Bocor, Aksi ‘Khitam’ Mata-mata Wanita yang Kelabui Istri-istri para Tawanan Palestina Terbongkar

Teknik Spionase Israel Bocor: ‘Khitam’ Mata-mata Wanita yang Kelabui Istri-istri para Tawanan Palestina

POROS PERLAWANAN – Medsos al-Hares yang berafiliasi kepada Badan Keamanan Perlawanan Gaza memaparkan kisah seorang mata-mata wanita bernama Khitam. Wanita tersebut dipekerjakan Intelijen Israel untuk menghimpun informasi tentang para tawanan Perlawanan di penjara-penjara Rezim Zionis melalui istri-istri mereka.

Diberitakan al-Alam, tindakan ini dilakukan menyusul kegagalan Israel mendapatkan informasi para tawanan, meski telah menyiksa mereka. Israel memanfaatkan kebutuhan keluarga para tawanan dalam mendapatkan berita dari suami-suami mereka.

Khitam berhasil mengelabui istri salah seorang tawanan setelah dia terusir dari utara Gaza. Khitam mengaku bahwa dokumen penting yang ditemukannya di bawah reruntuhan rumahnya adalah milik suami wanita Gaza tersebut. Namun setelah diperiksa, si istri mengetahui bahwa dokumen tersebut  bukan milik suaminya. Dokumen itu berkaitan dengan aktivitas Perlawanan, sehingga membuat ia curiga.

Khitam terus menerus menanyai si istri dan memaksanya bicara tentang tugas suaminya di Perlawanan.

Beberapa saat setelah itu, si istri mendapat informasi bahwa suaminya telah dikembalikan ke ruang interogasi dan ditahan di sel soliter.

Hal ini memaksa si istri menceritakan kejadian itu kepada salah seorang kerabatnya, yang bekerja di divisi Keamanan Perlawanan.

Setelah investigasi, diketahui bahwa Khitam terkait dengan Intelijen Rezim Zionis dan menjalankan berbagai misi untuk Israel.

Dalam kasus lain, Badan Keamanan Perlawanan berhasil mengidentifikasi mata-mata lain bernama Hazem. Dia ditugaskan Rezim Zionis untuk membuat kanal Telegram, melancarkan propaganda terhadap Perlawanan, dan mengecok warga untuk memberikan informasi penting.

Hazem mengakui bahwa sebelum perlintasan Rafah ditutup, dia mendapatkan pelatihan media di salah satu negara sekitar Teluk Persia.

Dalam kasus lain, seorang remaja berusia 15 tahun dipaksa bekerja sama dengan Intelijen Israel. Dia terpaksa melakukannya setelah diancam keluarganya akan dibunuh.

Remaja tersebut diminta untuk menghimpun informasi terkait pusat-pusat keamanan dan aktivitas Perlawanan. Namun Badan Keamanan Perlawanan berhasil menggagalkan upaya spionase tersebut.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *