Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Komite Perlawanan Palestina: Ancaman Trump Takkan Membuat Gentar Perlawanan Gaza

Komite Perlawanan Palestina: Ancaman Trump Takkan Membuat Perlawanan Gaza Gentar

POROS PERLAWANAN – Dikutip Mehr dari al-Mayadeen, Komite-komite Perlawanan Palestina melalui statemen mereka menanggapi ultimatum Presiden terpilih AS, Donald Trump pada Senin malam lalu.

Komite=komite Perlawanan Palestina menyatakan,”Trump mengancam akan menciptakan ‘neraka’ di Kawasan jika Perlawanan tidak membebaskan tawanan-tawanan israel. Ancaman ini menunjukkan kekalahan dan kegagalan Rezim Zionis dalam mewujudkan tujuan-tujuannya di Gaza.”

“Ancaman-ancaman AS tidak membuat takut Perlawanan Gaza. Ancaman itu tidak akan mematahkan tekad bangsa kami untuk tetap berjuang dengan teguh.”

Pada Senin 2 Desember lalu, Trump mencuit:”Jika para sandera (tawanan Israel) di Gaza tidak dibebaskan sebelum 20 Januari (pengambilan sumpah Presiden AS), neraka akan muncul di Timur Tengah. Mereka akan membayar mahal.”

“Bebaskan para sandera sekarang juga. Para pelaku kejahatan ini akan diserang dengan cara yang belum pernah disaksikan sejarah panjang dan penuh kebanggaan AS.”

Meski para tawanan Israel yang sudah bebas mengakui mereka diperlakukan dengan baik oleh Hamas, Trump mengabaikan pengakuan tersebut dan menyatakan,”Semua pihak bicara tentang perlakuan tak manusiawi dan biadab terhadap para sandera, yang berlawanan dengan kehendak masyarakat dunia. Namun semua pembicaraan ini hanya omongan tanpa tindakan.”

Hizbullah melalui Wakil Dewan Politiknya, Mahmoud Qamati juga menanggapi pernyataan Trump. Qamati mengatakan,”Statemen Presiden terpilih AS tidak ada artinya dan berlawanan dengan kebijakan AS serta janji-janjinya sendiri dalam kampanye.”

“Hizbullah sangat kuat dalam eksistensi politik dan perlawanannya. Kami tidak membutuhkan tindakan militer untuk memperkuat pekerjaan politik kami.”

“Kami berulang kali menegaskan komitmen kami terhadap isi Resolusi 1701. Israel juga harus membuktikan komitmennya terhadap Resolusi tersebut. Kami tetap teguh dan akhirnya sampai di sini. Sebab itu, pengiriman pesan preventif dari kami (kepada Israel) ini perlu dilakukan. Militer Lebanon punya tekad nasional, namun tidak memiliki senjata yang dibutuhkan untuk membela Lebanon,” tegas Qamati.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *