Situasi Terbaru: ‘Permainan Ganda’ Kurdi di Provinsi Aleppo
POROS PERLAWANAN – Pertempuran sengit yang terjadi di Provinsi Hama sejak Selasa hingga Jumat 5 Desember, menjadi salah satu pertempuran paling serius dalam konflik Suriah. Kedua pihak mengerahkan kekuatan penuh untuk menguasai poros strategis ini. Militer Suriah mengirimkan pasukan tambahan dalam jumlah besar untuk mempertahankan garis pertahanan agar tidak jatuh ke tangan musuh. Sementara itu, kelompok teroris mengeklaim telah mengerahkan hingga 20.000 orang untuk melancarkan serangan besar-besaran.
Permainan Ganda Kurdi di Aleppo
Di Provinsi Aleppo, Pasukan Demokratik Suriah (QSD), yang didominasi oleh militan Kurdi, menjalankan strategi “permainan ganda” yang menunjukkan ambivalensi politik dan militer mereka. Strategi ini terlihat melalui langkah-langkah kontradiktif di berbagai wilayah;
Di Kota Aleppo:
QSD tampaknya berada dalam posisi negosiasi. Di satu sisi, mereka menyetujui pengosongan wilayah tertentu, bahkan memindahkan keluarga mereka dengan bus ke Raqqa. Namun, di sisi lain, kehadiran pasukan Kurdi tetap signifikan di sejumlah daerah strategis. Insiden penculikan dan aksi yang disebut sebagai “kejahatan” oleh oposisi terus terjadi di wilayah tersebut, memperlihatkan sikap ambigu QSD yang seolah berada di luar kerangka kebijakan Amerika Serikat.
Di Wilayah Utara Provinsi Aleppo:
QSD terus memberikan perlawanan di poros ini meskipun mereka hanya menguasai 10 desa tanpa kendali atas kota, pangkalan militer, atau lokasi strategis lainnya. Langkah ini tampaknya bertujuan untuk mendapatkan konsesi tertentu sebelum mereka benar-benar mundur dari wilayah tersebut.
Seorang pengamat militer mencatat: “Perlawanan Kurdi ini terjadi meskipun secara logika militer, posisi mereka sudah tidak memungkinkan. Dengan sumber daya yang terbatas, mereka pada akhirnya harus menyerah atau menghadapi kehancuran total. Namun, mereka tetap bertahan, yang membuat strategi ini menarik untuk dicermati”.
Kondisi Lapangan Tidak Berubah
Di kota Aleppo, dua distrik, yaitu Syeikh Maqsud dan Ashrafiyah, masih dikuasai oleh Kurdi, sementara itu, wilayah timur yang tersisa dari bekas kekuasaan mereka dengan pusatnya di Tal Rifaat, kini telah jatuh ke tangan lawan.
Hingga saat ini, peta situasi yang dirilis sehari sebelumnya tetap tidak menunjukkan perubahan signifikan. Sementara intensitas konflik di wilayah lain, seperti Hama, terus meningkat, permainan ganda QSD di Aleppo menambah kompleksitas konflik Suriah secara keseluruhan.
Strategi permainan ganda yang diterapkan QSD di Provinsi Aleppo mengindikasikan langkah taktis untuk mempertahankan posisi negosiasi. Meskipun mereka menghadapi tekanan besar dari berbagai pihak, ketahanan yang ditunjukkan militan Kurdi tetap menjadi faktor penting dalam dinamika konflik di Suriah. Namun, masa depan strategi ini masih belum jelas, mengingat keterbatasan sumber daya dan tekanan dari kekuatan regional maupun internasional.
