Loading

Ketik untuk mencari

Amerika Palestina

Haaretz Olok-olok Ancaman Trump kepada Hamas

Haaretz Olok-olok Ancaman Trump kepada Hamas

POROS PERLAWANAN – Belum lama ini, Presiden terpilih AS, Donald Trump mengancam akan “membuat neraka di Timteng jika Hamas tidak segera membebaskan tawanan Israel.” Namun harian Haaretz justru menertawakan ultimatum Trump tersebut.

Diberitakan al-Alam, setelah terbetiknya kabar tewasnya seorang tawanan Zionis dengan identitas AS di Gaza, Trump pada hari Senin 2 Desember silam mengatakan,”Jika para tawanan Israel tidak dibebaskan dari Gaza sebelum 20 Januari (hari pengangkatannya sebagai Presiden AS), Timteng akan membayar mahal. Neraka akan dibuat di Timteng.”

Jurnalis Haaretz, Rachel Fink mengolok-olok ancaman Trump tersebut. Menurut Fink, ancaman Trump meliputi kalimat-kalimat beruntun dan janji-janji kosong yang didasari klaim-klaim bernuansa kecongkakan.

“Tampaknya semua orang lupa bahwa Trump adalah orang yang pada kampanye Pilpres 2020 berjanji akan memaksa Meksiko menanggung biaya pembuatan tembok di sepanjang perbatasannya dengan AS. Dia selalu berjanji kepada warga AS untuk meningkatkan kondisi ekonomi mereka, menentukan pembatasan bagi Kongres, dan menyelamatkan industri batu bara,” tulis Fink.

“Jika orang-orang sudah kehilangan daya ingat mereka, mungkin mereka akan memercayai janji-janji Trump. Trump berjanji kepada rakyat AS untuk menangani pandemi Corona lebih baik daripada negara-negara lain. Dia juga berjanji akan menciptakan ekonomi terbesar dalam sejarah untuk warga AS serta membuat perdamaian di Timteng. Apakah semua itu terjadi?”

Fink mengkritik sejumlah pejabat Rezim Zionis yang bersukacita atas pernyataan Trump. Ia menulis,”Kita harus mengingatkan Trump bahwa Gaza sudah menjadi sebuah kawasan yang hancur lebur. Puluhan ribu orang dibantai di sana. Ada banyak sekali orang yang terluka dan cacat. Mereka yang masih hidup juga bergelut dengan maut di kemah-kemah sementara. Anjing-anjing di sana memakan jenazah-jenazah.”

“Kita katakan kepada Trump bahwa orang-orang Palestina sudah sejak lama hidup dalam neraka. Tapi neraka itu tidak bisa membebaskan para tawanan Israel,” pungkas Fink.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *