Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Dalih AS Tak Segera Keluar dari Suriah Setelah Kejatuhan Bashar Assad

Dalih AS Tak Segera Keluar dari Suriah Setelah Kejatuhan Bashar Assad

POROS PERLAWANAN – Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS menyatakan bahwa pasukan Amerika akan tetap berada di Suriah bahkan setelah Pemerintahan Bashar Assad tumbang.

Menurut laporan kantor berita Tasnim, pada Rabu 11 Desember, Wakil Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jon Finer mengatakan kepada Reuters, “Pasukan Amerika tidak memiliki rencana untuk meninggalkan Suriah setelah rezim Assad digulingkan.”

Ia menegaskan, “Pasukan ini berada di Suriah untuk alasan yang sangat spesifik dan penting, dan mereka bukan alat tawar-menawar.”

Jon Finer mengklaim bahwa kehadiran AS di Suriah adalah untuk memerangi ISIS. Namun, pernyataan ini bertentangan dengan pernyataan Donald Trump pada 2020 silam yang secara terang-terangan menyebut bahwa keberadaan pasukan AS di Suriah semata-mata untuk melindungi ladang minyak.

Finer berdalih, “Pasukan AS telah berada di Suriah selama lebih dari satu dekade untuk memerangi ISIS, dan kami tetap berkomitmen pada tugas ini.”

Terkait klasifikasi Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) sebagai kelompok teroris, Jon Finer mengatakan kepada Reuters, “Tidak ada perubahan resmi pada kebijakan mengenai kelompok semacam itu. Klasifikasi ini tidak didasarkan pada apa yang mereka katakan tentang tujuan atau tindakan mereka, tetapi pada tindakan nyata mereka. Oleh karena itu, kami akan terus memantau situasi.”

Pernyataan ini muncul di tengah laporan dari NBC News yang mengutip pejabat AS, yang menyebutkan bahwa Pemerintahan Biden sedang menjalin negosiasi awal dengan kelompok Hay’at Tahrir al-Sham. Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa Pemerintahan Biden diharapkan segera mengambil langkah konkret terkait hal ini.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *