Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Liputan Luas Pidato Pemimpin Revolusi Islam di Media Internasional

POROS PERLAWANAN – Media-media mainstream internasional pada Rabu, 11 Desember secara luas melaporkan pernyataan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam tentang perkembangan di Suriah dan masa depan Poros Perlawanan di kawasan.

Sebagian besar media dan surat kabar internasional menyoroti bagian-bagian tertentu dengan mengutip penggalan pidato Pemimpin Revolusi yang menyinggung rencana Amerika Serikat dan rezim Zionis terkait peristiwa terakhir di Suriah.

Sky News melaporkan:

“Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, untuk pertama kalinya berbicara tentang penggulingan Bashar al-Assad.” Media Iran melaporkan bahwa beliau mengaitkan perkembangan terakhir dengan rencana bersama Amerika Serikat dan Israel.

Media Inggris ini, sambil memberikan narasi bias, menyebut Iran sebagai pihak yang kalah dalam perkembangan di Suriah. Namun, mereka juga mencatat bahwa Tehran dan Damaskus “membuka jalur komunikasi langsung untuk mencegah ketegangan antara kedua negara.”

The Independent melaporkan:

“Ayatullah Ali Khamenei menyatakan, Iran memiliki bukti bahwa penggulingan Bashar al-Assad, Presiden Suriah, merupakan bagian dari rencana yang dibuat oleh Amerika Serikat, Israel, dan salah satu negara tetangga Suriah yang tidak disebutkan namanya.”

Media ini menambahkan, pernyataan tersebut muncul di tengah klaim Israel yang menyebutkan telah melakukan lebih dari 480 serangan udara terhadap fasilitas militer di seluruh Suriah, menghancurkan Angkatan Laut Suriah, serta menargetkan gudang senjata dan infrastruktur strategis.

The Guardian, membuat laporan khusus satu halaman terkait perkembangan terbaru di Suriah;

“Ayatullah Ali Khamenei, Pemimpin Iran, mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel berada di balik penggulingan Bashar al-Assad di Suriah.” Beliau juga menyinggung pihak lain yang diduga menjadi penyebab, yang tampaknya merujuk pada Turki.

Sementara Kantor Berita Reuters dalam laporannya menyatakan, Iran, beberapa jam setelah jatuhnya Assad, mengatakan pihaknya berharap hubungan dengan Damaskus akan terus berlanjut berdasarkan “pendekatan bijak dan rasional” kedua negara. Iran juga menyerukan pembentukan pemerintahan inklusif yang mewakili seluruh lapisan masyarakat Suriah.

Media ini, dengan nada provokatif, mendistorsi pernyataan Pemimpin Revolusi tentang masa depan Poros Perlawanan di kawasan dan melaporkan: “Ayatullah Khamenei dalam pidatonya menyatakan, koalisi yang dipimpin Iran di seluruh kawasan akan diperkuat.”

Media audio-visual Inggris juga mengulas pernyataan Pemimpin Tertinggi terkait Suriah dalam berbagai segmen berita mereka.

Kantor Berita Associated Press (AP) memilih judul: “Pemimpin Tertinggi Iran: Kejatuhan Pemerintahan Suriah Bagian dari Rencana Bersama AS dan Israel” dalam tulisan laporannya. AP mengutip siaran televisi Iran yang melaporkan bahwa Ayatullah Ali Khamenei menilai peristiwa terbaru di Suriah, termasuk kejatuhan pemerintah negara tersebut, sebagai bagian dari rencana bersama Amerika Serikat dan Israel.

Media ini mengutip: “Tidak ada keraguan bahwa apa yang terjadi di Suriah adalah hasil dari rencana bersama AS dan Zionis. Kami memiliki bukti yang tidak meninggalkan ruang untuk keraguan.”

Tanpa menyebutkan nama negara, AP juga menulis bahwa salah satu negara tetangga Suriah memainkan peran yang nyata dalam hal ini dan peran tersebut terus berlanjut.

Kantor Berita Prancis (AFP): “Kejatuhan Assad Tidak Melemahkan Iran”

AFP melaporkan: “Ayatullah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, pada Rabu menyatakan bahwa melemahnya ‘perlawanan’ terhadap Israel setelah kejatuhan pemerintahan Bashar al-Assad di Suriah tidak akan mengurangi kekuatan Tehran.”

Beliau menyampaikan dalam pidato pertamanya setelah kejatuhan Assad bahwa “mereka yang tidak memahami arti Perlawanan berpikir, ketika Perlawanan melemah, Republik Islam Iran juga akan melemah. Iran tetap kuat dan akan menjadi lebih kuat.”

Tanpa menyebutkan nama negara, beliau menyalahkan salah satu tetangga Suriah karena “peran nyata” dalam perkembangan terakhir ini.

Negara-negara tetangga Suriah seperti Irak, Israel, Yordania, Lebanon, dan Turki memiliki perbatasan langsung dengan Suriah. Di antara negara-negara ini, Turki telah lama mendukung penggulingan Assad.

Sebelumnya, Ayatullah Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, pada Rabu kemarin dihadapan ribuan orang dari berbagai lapisan masyarakat di Tehran mengatakan: Tidak boleh ada keraguan sedikit pun bahwa peristiwa yang terjadi di Suriah adalah hasil dari sebuah rencana bersama Amerika dan Zionis. Beliau menyatakan, meskipun ada satu negara tetangga Suriah yang memainkan peran nyata dalam masalah ini – dan peran itu masih berlanjut hingga sekarang, seperti yang dapat dilihat oleh semua orang – dalang utama, perancang utama, dan Pusat Kendali dari rencana ini berada di Amerika dan rezim Zionis.

“Kami memiliki bukti-bukti yang sangat jelas. Bukti-bukti ini tidak meninggalkan ruang untuk keraguan sedikit pun,” tegasnya.

Setelah peristiwa di Suriah, para agen kekuatan arogansi merasa senang, mengira bahwa dengan jatuhnya Pemerintah Suriah yang mendukung Perlawanan, Poros Perlawanan akan menjadi lemah.

Mereka sangat keliru. Orang-orang yang berpikir bahwa Poros Perlawanan melemah karena hal ini, tidak memiliki pemahaman yang benar tentang Perlawanan dan Poros Perlawanan. Mereka bahkan tidak tahu apa itu Perlawanan.

Poros Perlawanan bukanlah perangkat keras yang bisa hancur, terpecah, atau dihancurkan. Perlawanan adalah sebuah keimanan, sebuah pemikiran, sebuah keputusan hati yang tegas dan pasti. Perlawanan adalah sebuah mazhab, mazhab keyakinan. Sesuatu yang menjadi keimanan sekelompok orang, tidak hanya tidak akan melemah dengan tekanan, melainkan justru akan menjadi lebih kuat.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *